Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Alokasikan Rp 1,2 Triliun Per Hari untuk Jalankan Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional: Akan Jangkau 82,9 Juta Jiwa

Hernawati • Kamis, 10 Oktober 2024 | 06:55 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.

KALTIMPOST.ID, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan presiden terpilih Prabowo Subianto diharapkan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak.

Guna mendukung kelancaran program ini, pemerintah mulai menyiapkan anggaran jumbo yang akan dialokasikan kepada Badan Gizi Nasional untuk mengelola dan menjalankan program tersebut.

Program unggulan pemerintah ini bakal dilaksanakan bertahap tiap tahun oleh Badan Gizi Nasional.

Menurut Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, jika program ini diimplementasikan secara penuh akan menjangkau hingga 82,9 juta jiwa sebagai target penerima yang membutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun per hari.

“Ini uang yang tidak sedikit, Rp 1,2 triliun setiap hari Badan Gizi Nasional akan keluarkan untuk investasi SDM masa depan,” tuturnya, Selasa (8/10).

Dadan pun kembali menjelaskan, dari total anggaran harian Rp 1,2 triliun tersebut, sekitar Rp 800 miliar bakal dialokasikan untuk belanja kebutuhan demi terlaksananya program tersebut. Kebutuhan ini mencakup komoditas pangan yang akan didistribusikan ke penerima program.

Program ini, ucap Dadan, akan berpotensi positif meningkatkan perekonomian di setiap daerah. Sebab bahan baku makanan seperti beras, sayuran, ayam, telur, dan susu akan dibeli langsung dari koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang melibatkan petani dan peternak lokal.

“Kelemahan ekonomi Indonesia selama ini kekurangan likuidas pedesaan. Dengan program dari Prabowo-Gibran, likuidas bisa kita atasi,” ucap dia.

Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Maju di 2025, melaksanakan program ini menjadi sangat krusial, mengingat saat ini tingkat reproduksi masyarakat kelas bawah lebih tinggi dibandingkan kelas menengah ke atas.

Jika pemerintah tidak terlibat dalam hal ini, maka gizi anak kelas bawah akan berdampak, sehingga dapat menghambat Indonesia mewujudkan mimpi Indonesia menjadi negara maju.

“Jadi bisa dibayangkan populasi Indonesia 2045 ketika tidak kita intervensi dengan gizi yang baik, apa yan terjadi populasi Indonesia akan menggulung dari keluarga miskin, artinya kurang mampu, bersaing saja susah,” ujarnya.

 

Editor : Hernawati
#program Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional #asupan gizi #komoditas pangan #Prabowo Gibran