Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jokowi Serukan Prajurit TNI di Lebanon untuk Hati-Hati Pasca-Serangan Militer Israel

Hernawati • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 07:05 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pesan agar prajurit penjaga perdamaian lebih berhati-hati.
Presiden Joko Widodo memberikan pesan agar prajurit penjaga perdamaian lebih berhati-hati.

KALTIMPOST.ID, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampaikan tanggapannya terkait terlukanya dua prajurit TNI yang merupakan anggota pasukan penjaga perdamaian PBB yang berada di Lebanon.

Kedua prajurit TNI tersebut alami luka ringan usai Markas UNIFIL diserang pasukan militer Israel (IDF).

Atas hal tersebut, Jokowi meminta semua pihak untuk lebih berhati-hati lagi.

“Memang perang keadaannya seperti itu. Jadi kalau ada yang terkena, luka ringan, ya itu. Kita semua harus hati-hati, terutama yang ada di sana. Semuanya,” ucap Jokowi, Sabtu (12/10).

Insiden tertembaknya dua prajurit TNI terjadi di tengah kontak tembak antara pasukan militer Israel dan Hizbullah. Pos yang mereka jaga yakni markas UNIFIL di Naqoura, Lebanon, jadi sasaran tembak IDF.

Akibat insiden tersebut, dua prajurit TNI yang menjalankan tugas pemantauan di Naqaoura alami luka ringan. Keduanya telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kini kondisi kedua prajurit tesebut dalam keadaan baik.

UNIFIL juga menyebut, selain melancarkan serangan di Naqoura, militer Israel juga menyerang pasukan Perdamaian PBB di titik 1-31 Labbouneh, Lebanon Selatan.

Serangan itu selain mengenai pintu masuk bunker yang jadi tempat pasukan penjaga perdamaian berlindung, juga merusak beberapa fasilitas UNIFIL berupa kendaraan dan sistem komunikasi.

UNIFIL mengingatkan serangan apapun yang sengaja ditujukan kepada prajurit pasukan perdamaian merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Nomor 1701 Dewan Keamanan PBB.

“Kami menindaklanjuti masalah ini dengan IDF,” beber UNIFIL dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan telah melakukan komunikasi dengan komandan kontingen Garuda Force Headquarter Support Unit terkait insiden ini.

Retno menegaskan, serangan militer Israel kepada pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

“Indonesia kecam serangan keras serangan IDF yang melukai personel pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia,” tutur Retno Marsudi, Jumat (11/10). 

Editor : Hernawati
#idf #UNIFIL Lebanon #prajurut tni tertembak di Lebanon #Israel #jokowi