Menurut Hermawi, keputusan tersebut dipilih partainya setelah melakukan beberapa pertimbangan. “Atas dasar pertimbangan banyak hal, kita memutuskan juga untuk tidak masuk dalam kabinet,” ungkapnya.
Salah satu pertimbangannya, NasDem lebih mementingkan pikiran yang disampaikan partainya diterima ketimbang menaruh kader di dalam kabinet sebagai menteri.
“Menurut kita, pikiran-pikiran kita kalau diterima itu jauh lebih penting daripada kita masuk dalam kabinet,” jelasnya.
Walau tidak ada perwakilan di dalam kabinet, ungkap Taslim, NasDem akan terus berkontribusi untuk pemerintah.
“Pikiran-pikiran kita kontribusi kita terhadap berbagai hal itu akan jauh lebih berarti daripada secara fisik kita masuk,” tambahnya.
Tambah Hermawi, Presiden Terpilih Prabowo Subianto pernah menanyakan terkait nama dari Partai Nasdem yang akan diusulkan untuk menjadi Menteri. Namun partai yang diketua Surya Paloh itu tetap pada keputusannya.
"Pak Prabowo pernah bilang 'NasDem kok belum kasih masuk nama' kita diam saja, jadi bukan soal menolak atau menerima, tetapi sikap NasDem adalah memberi kontribusi lain selain menempatkan orang di kabinet," pungkasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Prabowo mengaku sudah lama memantau calon Menteri yang akan masuk pada kabinet 2024-2029 mendatang.
Prabowo menuturkan, nama-nama tersebut sudah disetor oleh pimpinan partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM). Menurutnya, banyak di antara nama-nama itu memiliki kapabilitas.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengungkap, di antara nama-nama tersebut selama ini juga sudah bekerja sama dengan dirinya di Kabinet Indonesia Maju.
Prabowo juga mengakui telah melakukan diskusi dengan mereka meski prosesnya dilakukan secara tertutup.
"Jadi sebetulnya proses pemantauan itu sudah berjalan lama, kita sudah sering diskusi jadi ada tahap-tahap yang kita tidak di depan media, tapi sudah dilaksanakan," ungkapnya. (*)
Editor : Almasrifah