KALTIMPOST.ID, Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo Subianto tidak berhenti mengukir prestasi.
Langkah berikutnya membawanya ke dunia bisnis, mengikuti jejak adiknya, Hashim Djojohadikusumo.
Prabowo kini mengelola dan memimpin 27 perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri, yang bergerak di berbagai sektor strategis seperti minyak kelapa sawit, pertambangan, dan kehutanan.
Salah satu langkah penting dalam perjalanan bisnis Prabowo adalah ketika ia membeli Kiani Kertas, sebuah perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur.
Kiani Kertas sebelumnya dimiliki oleh Bob Hasan, sosok pengusaha yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Soeharto.
Dengan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun, Prabowo berhasil mengakuisisi perusahaan ini dan mengubah namanya menjadi Kertas Nusantara.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Baru dengan Harta Rp 25,5 Miliar: Ini Rinciannya
Langkah bisnis Prabowo tidak berhenti di situ. Dia juga mendirikan kelompok perusahaan bernama Nusantara Group, yang kini membawahi berbagai perusahaan di sektor perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara.
Perusahaan-perusahaan ini tersebar di berbagai wilayah, baik di dalam maupun luar negeri, memperlihatkan ambisi besar Prabowo dalam dunia bisnis.
Namun, perjalanan bisnis Prabowo tidak selalu mulus. Pada tahun 2011, PT Kertas Nusantara dihadapkan pada masalah besar ketika perusahaan tersebut memiliki utang sebesar Rp 14,31 triliun kepada 161 kreditur.
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat bahkan sempat memerintahkan PT Kertas Nusantara untuk membayar utang sebesar Rp 142 miliar dalam waktu 45 hari kepada salah satu kreditur, PT Multi Alphabet. Jika tidak, perusahaan ini terancam dinyatakan bangkrut.
Baca Juga: Prabowo Subianto: Dari Keluarga Ningrat hingga Menjadi Pemimpin Bangsa
Meski sempat terancam bangkrut, PT Kertas Nusantara akhirnya selamat setelah 89 persen kreditur sepakat untuk memberikan perpanjangan waktu pembayaran utang. Perusahaan ini berhasil melalui masa sulit tersebut, dan hingga kini masih beroperasi.
Tantangan lain datang pada tahun 2015, ketika sekitar 600 karyawan PT Kertas Nusantara melakukan aksi unjuk rasa karena gaji yang belum dibayarkan selama lima bulan.
Meski masalah ini sempat memicu kegaduhan, pihak manajemen perusahaan menegaskan bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan sejak tahun 2014.
Direktur PT Kertas Nusantara, Winson Pola, menjelaskan bahwa kesulitan keuangan yang dialami perusahaan pada saat itu disebabkan oleh kapasitas produksi yang tidak optimal pada tahun 2013.
Baca Juga: Link Live Streaming Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Masa Jabatan 2024-2029, Jangan Lewatkan!
Walau sempat menghadapi berbagai masalah, Prabowo terus menunjukkan ketangguhannya sebagai seorang pengusaha.
Kepemimpinannya dalam dunia bisnis, khususnya melalui PT Tidar Kerinci Agung dan PT Nusantara Energy, membuktikan bahwa Prabowo Subianto adalah sosok yang mampu menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang militer maupun bisnis.
Selain itu, Prabowo juga menunjukkan komitmennya untuk terus membangun Indonesia melalui sektor-sektor strategis yang ia kelola.
Keberhasilan Prabowo dalam dunia bisnis menjadi bukti nyata dari semangat juangnya yang tak kenal lelah.
Di tengah segala tantangan, Prabowo Subianto tetap teguh dan berusaha memajukan perusahaan-perusahaannya, sambil tetap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Transformasinya dari seorang jenderal militer menjadi pengusaha terkemuka merupakan kisah inspiratif yang patut dicontoh. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini