Layanan pengaduan langsung ini dibuka untuk umum yang dapat diakses dengan cara mendatangi Istana Wakil Presiden ataupun secara online lewat pesan WhatsApp mulai hari ini (11/11/2024).
Pengumuman ini disampaikan Gibran melalui unggahan poster di akun Instagram pribadinya @gibran_rakabuming pada Minggu (10/11).
“Kepada yang saya cintai, seluruh warga negara Indonesia. Mulai besok, kami akan membuka pengaduan dari masyarakat Indonesia secara terbuka untuk umum,” bunyi caption unggahan Wapres tersebut dikutip pada Senin (11/11).
Masyarakat yang ingin menyampaikan aduannya, bisa datang langsung ke Istana Wakil Presiden RI yang beralamat di Jalan Kebon Sirih, Nomor 14, Jakarta Pusat.
Layanan pengaduan itu dibuka setiap hari Senin hingga Jumat. Untuk waktunya mulai dari pukul 08.00-14.00 WIB.
“Bapak Ibu dapat langsung datang ke Istana Wakil Presiden ya. Jadwalnya dari hari Senin-Jumat, jam 08.00-14.00 WIB,” ucap Wapres.
Selain datang langsung ke istana, Wakil Presiden kelahiran 1 Oktober 1987 ini juga menyediakan layanan pengaduan online melalui nomor WhatsApp Lapor Mas Wapres 081117042207.
“Kami juga membuka akses melalui WhatsApp yang nomornya ada di poster,” lanjut Wapres.
Gebrakan Gibran ini disambut baik oleh masyarakat, utamanya warganet yang terlihat membanjiri kolom komentar unggahan tersebut.
“Keren banget mas Wapress disaat biasanya pejabat menutup akses karena kesibukan,tetapi ini justru buat gebrakan dengan membuka layanan pengaduan,” tulis @C***
“Ini mmng sdh saya prediksi,krn bnyk org tdk menyadari ketika wapres masih walkot,beliau pajang wa aduan juga. Dan itu jarang sy temui di walkot2 lain. Bagiku mmng hrs seperti ini,rakyat tdk suka yg bertele2 dan di lempar sana sini. Tentu kita hrs sabar ketika kita sdh bikin aduan. Semoga bnyk tim yg handel program ini Aamiin,” tulis @A***
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Umumkan Pengurus Lengkap DPP Partai Golkar: Tanpa Jokowi dan Gibran, Ini Daftarnya
“Mas Gibran, langkah ini ibarat membuka jendela di ruang yang lama tertutup. Di tengah hiruk-pikuk politik yang kadang terasa asing, langkah ini seperti menghamparkan karpet merah bagi suara rakyat yang seringkali tercekat di tenggorokan. Dalam istilah demokrasi deliberatif, ini adalah panggung tempat rakyat akhirnya tidak sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi aktor yang ikut berperan dalam cerita bangsa. Semoga ruang pengaduan ini bukan sekadar aksesoris politik, tapi sungguh menjadi saluran di mana suara kecil bisa bergema dan menggetarkan tembok kekuasaan. Terima kasih, karena untuk sekali ini, kita merasa didengarkan, bukan sekadar diperhatikan,” tulis @Y***. (*)
Editor : Almasrifah