KALTIMPOST.ID, Usai kegiatan kunjungan kerja di Makassar dan dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka langsung terbang menuju Larantuka, Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (14/11).
Wapres Gibran tak datang sendiri, ia didampingi sejumlah pejabat. Di antaranya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala BNPB Suharyanto, Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, dan Pj Bupati Flores Timur Sulastri HI Rasyid.
Saat tiba di lokasi penampungan warga yang terdampak erupsi di Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gibran langsung disambut ribuan pengungsi dan warga yang sangat antusias.
Meski dikawal ketat Paspampres, TNI, dan Polri, putra sulung Presiden ke-7 Jokowi terus dipepet massa yang berusaha berfoto dan bersalaman dengan Gibran.
Dalam kunjungannya, Gibran mendatangi beberapa posko pengungsian, yang meliputi Posko Lapangan Konga di SDK Konga, Posko Lapangan Kobasoma di SDK Pukaunu, Posko Lapangan Lewolaga, dan Eputobi.
Di sana ia berdialog dengan para pengungsi untuk mendengar kondisi dan kebutuhan mereka serta memastikan kesiapan logistic dan kenyamanan para pengungsi.
Gibran juga menyempatkan diri mengunjungi area Trauma Healing untuk anak-anak. Di sana Gibran menyalami bocah penyintas bencana yang duduk lesehan, membagikan alat tulis, susu, dan mainan.
Salah satu anak pengungsi, Gratia dari Desa Nawokote mengungkapkan rasa gembiranya yang dapat hadiah dari Gibran.
“Dapat lego dari Pak Wapres. Nanti legonya akan dibentuk rumah,” ucapnya.
Margareta Noba, salah satu pengungsi, berharap mereka segera direlokasi ke tempat yang lebih aman.
“Puji Tuhan kami sehat, selamat, makanan cukup, dan anak-anak bisa belajar di sini. Kami berharap cepat dapat tempat baru,” tuturnya.
Baca Juga: Terafiliasi dengan Surya Darmadi, Kejagung Sita Uang Rp 301 Miliar Hasil TPPU Duta Palma
Usai bertemu para pengungsi, Gibran pun melakukan rapat terbatas dengan para petinggi negara yang mendampinginya dan pejabat daerah.
Ia memerintahkan agar para ibu hamil, ibu menyusui, lansia, anak-anak, dan difabel diberi perhatian khusus.
“Pastikan selama masa darurat ini, makanannya cukup. Mohon intensi khusus bagi ibu hamil, menyusui, dan difabel,” titahnya.
Ia juga menginstruksikan Menteri Maruarar Sirait untuk berdialog terlebih dahulu dengan para tokoh masyarakat terkait relokasi.
“Pastikan dalam menentukan lokasi yang baru ini berdialog dulu dengan masyarakat. Jangan sampai nanti sudah dibangun tapi tak ditinggali,” ujarnya.
Saat ini ada 13.649 pengungsi yang tersebar di berbagai titik pengungsian, meliputi:
- Posko Lapangan Konga: 1.748 orang
- Posko Bokang Wulumatang: 2.343 orang
- Posko Lewolaga: 979 orang
- Posko Duntana Lewoingu: 3.429 orang
- Posko Kabupaten Sikka: 644 orang
- Posko Kobasoma: 350 orang
- Posko Pengungsian Mandiri: 3.561 orang