Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Beda Versi Motif Polisi Tembak Pelajar di Semarang, Korban Anggota Paskibra Kok Dianggap Gengster

Thomas Dwi Priyandoko • Selasa, 26 November 2024 | 08:58 WIB

 

Pelajar yang jadi korban penembakan polisi di Semarang.
Pelajar yang jadi korban penembakan polisi di Semarang.
 

KALTIMPOS.ID, SEMARANG—Kasus polisi menembak pelajar yang terjadi di Semarang terus menjadi sorotan publik.

Dari penelusuran media ini, terdapat beda versi terkait di balik peristiwa penembakan tersebut.

Kapolrestabes Kombes Pol Irwan Anwar menyatakan bahwa penembakan itu dilatarbelakangi anggota polisi yang merupakan penyidik melakukan tembakan saat berusaha melerai tawuran antar geng yang terjadi di Semarang.

Peristiwa itu berlangsung pada Sabtu (23/11/2024) malam di mana anggota polisi tersebut yang sedang melintas berusaha melerai tawuran antara Geng Seroja dan Geng Tanggul Pojok.

Akan tetapi, anggota polisi tersebut kemudian justru menjadi target yang diserang. Akhirnya polisi tersebut melakukan tindakan.

“Nah, korban yang meninggal ini dari geng Tanggul Pojok,” ungkap Irwan Anwar.

Informasi ini pun diragukan sebagian kalangan. Sebab, korban yang bernama Gamma Rizkynata Oktafandy, siswa SMK Negeri 4 Semarang merupakan seorang pasukan pengibar bendera (paskibra).

 “Anak paskibra yang tertembak itu krn alasan tawuran gangster? Rasanya takkan ada yang percaya. Semua yg pernah sekolah tahu, paskibra itu tidak dipilih asal-asalan,” tulis Zulfikar Akbar di akun X.

Di media sosial hyga berkembang informasi bahwa korban ditembak setelah bersenggolan sepeda motor dengan orang yang diduga polisi.

Saat itu korban bersama seorang temannya berinisial S. Korban kemudian ditembak mengenai pinggul. Sementara kawan korban tersebut selamat tetapi mengenai tangannya.

Sebelumnya diberitakan, Gamma Rizkynata Oktafandy disebut luka tembak bagian pinggul dan peluru menembus bagian tubuh tersebut. Ia sempat dilarikan ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS dr Kariadi Semarang, namun nyawanya tidak terselamatkan.

Kapolrestabes juga menyatakan anggota polisi yang melakukan penembakan telah diamankan dan dalam proses Pengamanan Internal Propam. “Peran anggota tersebut sedang diselidiki,” kata Kapolrestabes.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#semarang #Polisi Tembak Pelajar #Peristiwa #penembakan #jawa tengah #paskibra