Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Saat Beraksi Agus Buntung Ucapkan Jampi-Jampi, Korban Melawan dengan Ayat Kursi

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 7 Desember 2024 | 13:58 WIB

 

Agus Buntung tersangka pelecehan punya senjata rahasia berupa jampi-jampi.
Agus Buntung tersangka pelecehan punya senjata rahasia berupa jampi-jampi.

KALTIMPOST.ID, LOMBOK-Kasus rudapaksa atau pelecehan sek**l oleh I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung (21) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus didalami oleh kepolisian. 

Terbaru, polisi menemukan bahwa saat beraksi Agus mengucapkan mantra atau jampi-jampi yang diduga untuk membuat korbannya tak melawan.

 Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrium) Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat menjelaskan bahwa temuan tersebut diketahui saat pihaknya mendalami pelecehan terhadap korban pertama yakni M.

Saat itu, M sedang berada di Teras Udayana sedang membuat konten untuk Instagram-nya. Agus Buntung kemudian menghampiri korban dan memperkenalkan diri.

 Selanjutnya, Agus Buntung berbincang dan meminta kepada korban M melihat ke arah utara di mana saat itu ada pasangan yang sedang melakukan tindakan asusila .

 "Tanpa disadari, korban mengucapkan kalimat 'seperti saya dulu' dengan nada sedih dan hampir menangis," ujar Syarif di Mataram.

Kemudian, Agus Buntung mengajak korban ke bagian belakang Teras Udayana. Di sana, korban kembali menceritakan aib-aibnya kepada tersangka Agus Buntung.

Setelah mendengar cerita tersebut, pelaku mengatakan kepada korban bahwa ia berdosa dan perlu membersihkan diri dengan mandi.

"Ini kalimat yang penting: 'Kalau tidak, aib kamu nanti akan saya buka dan saya sampaikan ke orang tua kamu'," kata Syarif menirukan ucapan tersangka.

Syarif menjelaskan bahwa karena ancaman tersebut, korban terpaksa mengikuti keinginan tersangka. Keduanya kemudian pergi ke sebuah homestay menggunakan kendaraan korban.

Pada saat tiba di homestay, tersangka membawa korban ke kamar nomor 6 dan penjaga homestay melihat korban bersama tersangka. Saat di kamar, korban masih menolak, tapi tersangka kembali mengancam akan membuka aib korban.

 Baca Juga: Publik Diminta Tidak Terkecoh dengan Kondisi Agus Buntung, Tiga Korban Agus di Antaranya Di Bawah umur

"Korban kemudian membuka roknya sendiri, namun pelaku yang membuka leging dan celana dalam korban dengan jari kakinya, lalu terjadi pelecehan seksual," kata Syarif.

 Pendamping korban, Andre Safutra, mengungkap bahwa Agus menakuti korban agar tidak berteriak dengan ancaman akan dinikahkan oleh warga jika terdengar.

Agus Buntung berhasil melucuti pakaian korban dengan kakinya. "Pelaku membuka leging korban dengan jari kakinya," kata Andre.

Korban sempat melawan dengan menendang pelaku, namun tidak berdaya karena terus diancam. Agus juga mengucapkan jampi-jampi yang dimaksud agar korban tunduk.

"Mendengar Agus mengucapkan jampi-jampi, korban melawan dengan membaca ayat Kursi beberapa kali," ungkap Andre.

Diduga, korban juga mendapat paksaan secara fisik dari tersangka sehingga pelecehan terjadi.

Pendamping korban lainnya, Ade Lativa Fitri, mengatakan bahwa korban membayar sewa homestay sendiri karena terancam oleh pelaku.

 "Korban ketakutan dan tidak bisa kabur karena ada interaksi antara pelaku dan pemilik homestay," ujar Ade.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#disabilitas #Agus Buntung #polda ntb #ntb