KALTIMPOST.ID, Tragedi menimpa pekerja migran Indonesia (PMI) di perairan Malaysia.
Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) menembak boat yang membawa PMI ilegal pada Jumat (24/1/2025), mengakibatkan satu orang tewas dan empat lainnya terluka.
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mengecam keras insiden ini dan mendesak pemerintah Indonesia segera bertindak.
"Kami berduka atas kejadian ini. Jangan sampai terulang lagi!" tegasnya, Rabu (29/1/2025).
Ia meminta pemerintah membentuk tim investigasi gabungan, melibatkan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Polri, hingga TNI.
"Tim harus bergerak cepat, tidak bisa dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Tak hanya itu, Indonesia harus menekan Malaysia untuk terbuka dalam mengungkap kasus ini.
"Pemerintah Malaysia harus transparan! Jangan ada yang ditutup-tutupi," seru Oleh.
Menurut informasi, para PMI berjumlah 26 orang hendak keluar dari Malaysia secara ilegal menggunakan boat.
Saat dikejar kapal patroli APMM, petugas menembaki mereka dari jarak 20-25 meter.
Baca Juga: Tanpa Identitas, P2MI Kesulitan Identifikasi WNI Korban Penembakan di Malaysia!
"Kita harus tahu alasan mereka menembak. Apakah ada prosedur yang dilanggar? Apakah ini tindakan berlebihan?" tanya Oleh.
Tragedi ini menyoroti perlunya perlindungan lebih baik bagi PMI di luar negeri.
"Pemerintah tak boleh diam! Nyawa rakyat Indonesia harus dilindungi," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Puspitarini