Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ibu Penjual Nasi Uduk Meninggal setelah Antre LPG3 Kg Viral, Kebijakan Menteri Bahlil Disorot

Thomas Dwi Priyandoko • Selasa, 4 Februari 2025 | 09:50 WIB
Pemakaman ibu penjual nasi uduk yang meninggal setelah antre elpiji 3kg.
Pemakaman ibu penjual nasi uduk yang meninggal setelah antre elpiji 3kg.

KALTIMPOST.ID-Belakangan ini, masyarakat Indonesia mengalami kesulitan dalam mendapatkan gas LPG 3 Kg, yang sering disebut gas melon.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengumumkan larangan bagi pengecer untuk menjual gas LPG 3 kg.

Larangan ini bertujuan untuk mengontrol harga jual di masyarakat, agar tidak ada yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Namun, kebijakan tersebut dianggap menyulitkan masyarakat.

Dalam video yang beredar di media sosial baru-baru ini, terlihat puluhan warga antre hanya untuk membeli LPG 3 kg.

Ironisnya, beredar kabar bahwa seorang ibu penjual nasi uduk diduga meninggal saat antre membeli LPG 3 kg.

Kabar tersebut dibagikan oleh salah satu pengguna media sosial X, @Heraloebss, yang mengunggah video pemakaman ibu penjual nasi uduk tersebut.

“Ibu penjual nasi uduk yang meninggal saat antre LPG 3 kg berhasil membawa 2 tabung gas melon setelah berjam-jam ikut mengantri,” tulis @Heraloebss.

Peristiwa ini memicu banyak kritik terhadap kebijakan Bahlil Lahadalia.

Banyak yang mengkritik kebijakan Bahlil Lahadalia terkait gas LPG 3 kg baru-baru ini.
“Medan perangnya di pangkalan LPG, Lik Bahl membuat kebijakan yang menyengsarakan rakyat banyak,” tulis @galixxxx.

“Astagfirullah, sampai memakan korban jiwa. Tolong pemerintah jadikan ini evaluasi besar-besaran!” kata @catxxxx.

“Presiden, beranikah Anda mencopot Bahlil? Jika tidak berani, berarti keinginan presiden sama dengan Bahlil. Jika presiden berani mencopot Bahlil dan mengevaluasi aturan tersebut, berarti presiden benar-benar baik,” kata @Rebaxxxx.

Sebelumnya ramai diberitakan seorang perempuan lanjut usia berinisial Y (63) meninggal dunia setelah mengantre untuk membeli gas 3 kg di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Senin (3/1/2025).

Y diduga meninggal karena kelelahan setelah antre sejak pagi di salah satu pangkalan gas di Pamulang Barat. Dalam perjalanan pulang, Y jatuh pingsan dan meskipun sempat dibawa ke rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia.

Warga sekitar, Tomi, menyatakan bahwa Y terlihat kelelahan dan sempat beristirahat sebelum akhirnya pingsan.

Antrean panjang untuk mendapatkan gas 3 kg terjadi di hampir seluruh pangkalan elpigi karena kelangkaan gas bersubsidi yang dipicu oleh larangan pengecer menjual elpiji 3 kg. Gas bersubsidi tersebut kini hanya bisa diperoleh di pangkalan resmi.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
#viral #langka #elpiji 3kg