Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Profil Tommy Soeharto : Si Putra Bungsu Cendana dengan Proyek Mobil Timor yang Kontroversial

Thomas Dwi Priyandoko • Rabu, 12 Februari 2025 | 14:47 WIB
Tommy Soeharto dengan proyek mobil Timor yang kontroversi.
Tommy Soeharto dengan proyek mobil Timor yang kontroversi.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto kembali menjadi perbincangan publik.

Itu setelah Tommy Soeharto dikabarkan melabuhkan hatinya kepada aktris era 80-an, Ida Iasha.

Tommy Soeharto merupakan putra bungsu dari Presiden Indonesia ke-2, Soeharto dan Siti Hartinah.

Ia lahir di Jakarta pada 15 Juli 1962. Dengan keluarga Cendana, sebutan keluarga Soeharto, Tommy memiliki lima saudara kandung, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto (Sigit), Bambang Trihatmodjo (Bambang), Siti Hediati Hariyadi (Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek) .

Selama kariernya, Tommy dikenal sebagai sosok yang kontroversial, dengan reputasi yang sering dikaitkan dengan nepotisme, korupsi, dan gaya hidup mewah.

Pada tahun 2002, ia dihukum 15 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam pembunuhan seorang hakim yang memvonisnya dalam kasus korupsi. Namun, ia dibebaskan lebih awal pada tahun 2006 setelah mendapatkan remisi .

Salah satu proyek besar yang pernah digarap oleh Tommy adalah proyek mobil nasional Timor. Mobil Timor, yang diproduksi oleh PT Timor Putra Nasional (TPN), merupakan hasil kerja sama dengan pabrikan KIA asal Korea Selatan.

Mobil ini sempat populer di Indonesia pada era 1990-an karena harganya yang terjangkau. Namun, proyek ini juga menuai kontroversi karena dianggap mendapat perlakuan istimewa dari pemerintah, termasuk pembebasan pajak yang tidak adil bagi produsen mobil lainnya 21.

Proyek Mobil Timor ini lahir dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1996 yang dikeluarkan oleh Presiden Soeharto untuk mendorong pengembangan industri mobil nasional.

PT TPN, yang dimiliki oleh Tommy Soeharto, mendapat berbagai fasilitas, termasuk pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), yang memungkinkan mobil Timor dipasarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan kompetitornya.

Mobil Timor pertama, Timor S515, diluncurkan pada 8 Juli 1996 dan merupakan versi modifikasi dari Kia Sephia.

Dukungan dari Presiden Soeharto memungkinkan TPN mengimpor mobil tanpa bea masuk, meskipun praktik ini menuai kritik. Pada puncaknya, TPN menguasai 35,82% pangsa pasar sedan kompak di Indonesia.

Namun, proyek ini tidak lepas dari kontroversi dan persaingan, termasuk dengan saudara Tommy, Bambang Trihatmodjo, yang juga berusaha mendapatkan fasilitas serupa untuk perusahaan Bimantara.

Krisis finansial Asia pada tahun 1997 berdampak besar pada penjualan Timor, dan pada tahun 1998, penjualan menurun drastis.(*)

 

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#tommy soeharto #kontroversial #presiden soeharto #keluarga cendana #Ida Iasha jadi istri Tommy Soharto #mobil timor