Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BEM SI Pimpin Aksi Indonesia Gelap, Tuntut Evaluasi Kebijakan Pemerintah

Dwi Puspitarini • Senin, 17 Februari 2025 | 11:40 WIB

 

Poster peringatan darurat kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Poster peringatan darurat kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

KALTIMPOST.ID, Hari ini, mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil di berbagai daerah Indonesia serentak menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Indonesia Gelap".

Di Jakarta, pusat aksi berada di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengoordinir aksi ini di berbagai kota, termasuk Bandung, Lampung, Surabaya, Malang, Samarinda, Banjarmasin, Aceh, dan Bali.

Di luar Jakarta, demonstrasi dipusatkan di depan Kantor DPRD masing-masing.

"Seruan Aksi INDONESIA GELAP. Hidup Mahasiswa!! Hidup Rakyat Indonesia!! Sampai jumpa di jalan.

Lawan kekuasaan yang menindas!! Hidup Mahasiswa!! Hidup Rakyat Indonesia!!," bunyi postingan BEM SI di Instagram @bemsi.official.

 Baca Juga: Baru Bebas Dua Bulan Sudah Kangen Ditahan, Residivis Ini Kembali Edarkan Sabu-Sabu

"Indonesia Gelap adalah bentuk sikap kritis, sikap tegas untuk mengevaluasi, mengkritisi kinerja Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran yang kian hari kian menyengsarakan masyarakat luas," ujar peserta konsolidasi di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat.

BEM UI juga turut serta dalam aksi ini. Mereka berkumpul di Lapangan FISIP UI sebelum bergabung dengan massa aksi di Patung Kuda.

"Banyaknya masalah yang melanda kesejahteraan dan keberlangsungan negara ini. Sebagai tanggapan lanjutan menghadapi masalah ini, BEM se-UI mengundang anggota IKM UI untuk menghadiri aksi pada hari, tanggal: Senin, 17 Februari 2025, pukul: 09.00 WIB. Titik kumpul: Lapangan FISIP UI," bunyi unggahan BEM UI di Instagram @bemui_official.

BEM UI menolak efisiensi anggaran era pemerintahan Prabowo-Gibran yang dianggap tidak memihak rakyat.

Mereka juga resah dengan banyaknya kebijakan "ugal-ugalan" yang menyebabkan penderitaan rakyat terus berlanjut.

 Baca Juga: Kaltim Banyak Perusahaan Besar, agar APBN dan APBD Tidak Terbebani, Mestinya Pemerintah Ajak Perusahaan Ikut Membiayai Program MBG

Tuntutan BEM UI antara lain:

Terkait efisiensi anggaran, Guru Besar UMY, Prof Dr Dyah Mutiarin, mengatakan bahwa pemangkasan anggaran dapat berdampak pada pelayanan publik dasar.

Ia menilai pemangkasan anggaran merupakan buntut dari program MBG yang memerlukan anggaran besar.

 Baca Juga: PSHT Rebut Gelar Juara Umum di Kejurkot Pencat Silat Se-Balikpapan

"Saya rasa masyarakat juga tidak akan keberatan jika yang mendapatkan makan bergizi gratis adalah daerah 3T dan kantong-kantong kemiskinan, sehingga penempatan efisiensi anggaran ini harus dikaji ulang," ungkap Arin.***

Editor : Dwi Puspitarini
#jakarta #bem si #Indonesia Gelap #mahasiswa #demonstrasi #evaluasi kebijakan #tuntutan mahasiswa