Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

1312 ACAB Menggema setelah Band Sukatani Minta Maaf, Apa Artinya?

Thomas Dwi Priyandoko • Jumat, 21 Februari 2025 | 07:52 WIB

 

Konten 1312 ACAB yang bertebaran di media sosial.
Konten 1312 ACAB yang bertebaran di media sosial.

KALTIMPOST.ID-Dunia jagat maya ramai bertebaran konten tentang kode 1312 ACAB. Hal ini menggema setelah Band Sukatani meminta maaf kepada Polri atas lagunya yang dinilai menyinggung institusi tersebut.

Band Sukatani sebelumnya viral karena lagunya yang berjudul Bayar Bayar Bayar di mana liriknya menyinggung setiap aktivitas masyarakat yang berhubungan dengan polisi harus bayar..

Meski telah meminta maaf namun banyak pihak yang menuding bahwa band tersebut telah ditekan dan juga itu tidak sejalan dengan kebebasan berekspresi.

Tak lama, istilah 1312 ACAB kembali banyak digunaakan pengguna media sosial.

Isiah ini sebagai bentuk protes terhadap tindakan kepolisian yang dianggap tidak etis. Frasa ini sering muncul dalam bentuk grafiti dan berbagai media visual lainnya.

Dalam beberapa kasus, 1312 merupakan samaran dari kode huruf ACAB.

ARTI  1312 ACAB

ACAB merupakan akronim dari "All Cops Are Bastards," yang dalam bahasa Indonesia berarti "Semua Polisi Adalah Bajingan." Sedangkan kode 1312 berasal dari penggantian huruf berdasarkan urutan alfabet: 1=A, 3=C, 1=A, dan 2=B.

Menurut Dictionary, istilah "cop" dan "copper" merujuk pada kepolisian di Amerika sejak abad ke-19. Sementara itu, kata "bastard" telah lama digunakan sebagai frasa penghinaan bagi seseorang yang dianggap tidak bermoral atau tercela.

Selama beberapa dekade, ACAB kerap muncul dalam grafiti dan simbol-simbol protes, digunakan oleh berbagai kelompok dari aktivis politik hingga geng jalanan.

Frasa ini kembali mencuat pada tahun 2020 saat gelombang protes menentang kekerasan polisi dan rasisme sistemik setelah pembunuhan George Floyd.

Istilah ACAB pertama kali terdokumentasikan dalam bahasa gaul Inggris pada 1970-an, saat menjadi tato yang populer di kalangan narapidana dan kelompok yang berhubungan dengan dunia kriminal. Namun, ungkapan lengkap "All Coppers Are Bastards" sudah tercatat sejak 1950-an di Inggris.

Pada 1980-an, slogan ini semakin dikenal berkat band punk Oi asal Inggris, 4-Skins, yang menggunakannya dalam lagu mereka yang berjudul "ACAB."(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#Sukatani #Sukatani Band #polisi