Nama Yoki Firnandi menjadi satu dari tujuh tersangka dalam kasus dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang pada Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada 2018–2023 yang diumumkan Kejagung pada Senin, 24 Februari 2025.
Diketahui, dari tujuh tersangka, empat di antaranya merupakan pejabat Pertamina dan tiga lainnya dari swasta.
Menurut Kejagung, ketujuh tersangka tersebut berkonspirasi jahat melakukan serangkaian penyimpangan dalam impor minyak mentah dan produk kilang.
Juga, dugaan permainan harga, mark-up, dan penyalahgunaan kewenangan yang membuat negara mengalami kerugian besar Rp 193,7 triliun.
Dalam kasus tersebut, peran Yoki Firnandi diduga melakukan manipulasi kontrak pengiriman minyak mentah dan produk kilang saat impor melalui PT Pertamina International Shipping.
Dugaan mark up kontrak ini mencuat setelah dilakukan audit yang mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan transaksi pengiriman produk energi.
Profil Yoki Firnandi
Yoki Firnandi lahir pada tahun 1980. Dirut Pertamina International Shipping ini memiliki latar belakang pendidikan di bidang Teknik Sipil dari Universitas Katolik Parahyangan.
Yoki lulus pada tahun 2003 dan melanjutkan studi di Magister Manajemen di Prasetiya Mulya Business School pada 2008.
Ia juga menyelesaikan pendidikan Master dalam Operasi, Proyek, serta Manajemen Rantai Pasok di University of Manchester, Inggris, pada 2013.
Karier Yoki di Pertamina dimulai pada 2003 ketika ia bergabung sebagai staf junior. Seiring berjalannya waktu, Yoki menjabat posisi Vice President Commercial & Operation di PT Pertamina International Shipping dari Februari 2017 hingga November 2019.
Setelah itu, ia beralih menjadi Vice President Supply and Export Operation di Integrated Supply Chain PT Pertamina (Persero) antara November 2019 dan Juni 2020.
Kemudian, Yoki dipercaya untuk menjabat Director Feedstock & Product Optimization di PT Kilang Pertamina Internasional pada Juni 2020 hingga September 2022.
Selanjutnya, sejak September 2022 hingga sekarang, Yoki menjabat sebagai CEO PT Pertamina International Shipping, menggantikan direktur utama sebelumnya, Erry Widiastono.
Harta Kekayaan Yoki Firnandi
Yoki Firnandi mencatatkan jumlah yang cukup signifikan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Pada 31 Desember 2023, total kekayaannya tercatat sebesar Rp44.086.800.000, dengan utang yang tercatat mencapai Rp4.222.200.000.
Berikut adalah rincian harta kekayaan Yoki Firnandi yang dilaporkan dalam LHKPN pada 31 Desember 2023:
1. TANAH DAN BANGUNAN Rp 18.760.000.000
- Tanah Seluas 113 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI 330.000.000
- Tanah Seluas 160 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI 480.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 320 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HIBAH TANPA AKTA 6.000.000.000
- Tanah Seluas 550 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG , HASIL SENDIRI 1.950.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 400 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI 5.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 70 m2/70 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI 1.200.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 250 m2/250 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 3.800.000.000
2. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 2.012.000.000
- MOBIL, TOYOTA MVP Tahun 2018, HASIL SENDIRI 900.000.000
- MOBIL, BMW X5 Tahun 2020, HASIL SENDIRI 1.100.000.000
- MOTOR, YAMAHA YAMAHA Tahun 2020, HASIL SENDIRI 12.000.000
3. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 550.000.000
4. SURAT BERHARGA Rp 1.760.000.000
5. KAS DAN SETARA KAS Rp 25.227.000.000
6. UTANG Rp 4.222.200.000
7. TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp 44.086.800.000. (*)
Editor : Almasrifah