Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

40 Siswa Diduga Korban Pelecehan Guru SMK PGRI 5 Jakarta, DPRD DKI Jakarta Tunggu Investigasi Disdik

Uways Alqadrie • Minggu, 9 Maret 2025 | 06:32 WIB
Aksi Demo yang dilakukan oleh para siswa SMK PGRI 5 Jakarta atas kasus pelecehan di sekolah yang ramai di media sosial (FOTO: ISTIMEWA)
Aksi Demo yang dilakukan oleh para siswa SMK PGRI 5 Jakarta atas kasus pelecehan di sekolah yang ramai di media sosial (FOTO: ISTIMEWA)

KALTIMPOST.ID, Fraksi PSI DKI Jakarta memberikan atensi yang besar terhadap informasi siswa korban pelecehan guru SMK PGRI 5 Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat, mencapai 40 orang. Tim investigasi sudah dibentuk Disdik untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Anggota Fraksi PSI Justin Adrian mengatakan, akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Ada aduan masyarakat melalui WhatsApp. Laporan itu menyebut, korban pelecehan guru tersebut berjumlah kurang lebih dari 40 orang. Selain itu, ada intimidasi terhadap para korban.

"Akan kita update segera, minggu depan hasilnya," kata Justin, Sabtu (8/3/2025).

Justin menyampaikan sudah menghubungi Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menindaklanjuti. Menurut Justin, Tim Pencegah dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Dinas Pendidikan turun ke lapangan.

"Saya sudah minta Disdik turun tangan dari minggu lalu, mereka sudah bentuk tim investigasi, tapi belum dilaporkan," katanya.

Justin masih menunggu hasil investigasi dari Disdik. Dia akan turun sendiri ke lapangan jika merasa tidak puas, dan mendampingi korban.

"Kita tunggu hasil investigasinya oleh dinas ya, kalau saya tidak yakin, saya sendiri yang akan investigasi dengan temui korban-korban, serta pendampingan ke kepolisiannya," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menanggapi kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum guru kepada murid di SMK PGRI 5 Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat. Uus meminta tenaga pendidik agar memperketat pengawasan lantaran masih ditemukannya kasus pelecehan di lingkungan sekolah.

"Saya imbau sekolah-sekolah, termasuk tenaga pendidik untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah supaya kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Uus dilansir Antara, Sabtu (8/3/2025).

Uus mengaku menyesalkan adanya kejadian tersebut di lingkungan sekolah. Diketahui, saat ini kasus tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.

"Ya itu sudah ditangani Sudin Pendidikan, termasuk juga dengan tindaklanjutnya," ungkap Uus.

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko membenarkannya.

Menurut dia, kejadian tersebut terjadi pada Februari 2025. Terduga pelaku adalah O (62), seorang guru bimbingan konseling (BK) berjenis kelamin laki-laki.

"Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri pada 25 Februari 2025," imbuhnya.

Sarjoko menjelaskan, siswa tersebut mengadukan perbuatan tak menyenangkan seorang guru BK yang kerap sentuhan fisik dengan siswa perempuan.

"Dalam pengaduannya, yang bersangkutan kalau salaman dengan siswi jarinya ngelitikin, kadang pegang bahu siswi," katanya.

Sementara itu, pihak Disdik DKI Jakarta sudah mengonfirmasi hal ini kepada terduga pelaku, O.

Dia mengakui perbuatannya dengan dalih khilaf. "Waktu diklarifikasi, maksud guru tersebut niatnya bercanda, dan yang bersangkutan minta maaf atas kekhilafannya," ungkap Sarjoko.

Siswa Demo

Pelajar sekolah tersebut telah melakukan aksi demonstrasi, terekam dalam video viral yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar pada Minggu (2/3/2025).

Dalam video itu terlihat para siswa tengah berkumpul di lapangan sekolah mengenakan setelan seragam Pramuka.

O disebut sering melakukan kontak fisik yang tidak pantas ke para siswi, seperti memegang pundak, berjabat tangan dalam waktu yang lama, dan mengelus pinggul.

Seiring dengan berkembangnya laporan, terungkap ada sekitar 40 siswi mengaku mengalami hal serupa.

 

Editor : Uways Alqadrie
#dprd dki jakarta #SMK PGRI 5 Jakarta Kalideres #disdik dki jakarta #Fraksi PSI DPRD DKI