Kasus pembunuhan jurnalis cantik tersebut diduga kuat melibatkan anggota TNI berinial J atau yang akrab dipanggil Jumran.
Hal ini diperkuat dengan telah diamankannya tersebut oleh oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Balikpapan dan tengah menjalani proses hukum.
Pembunuhan Juwita awalnya sempat dianggap sebagai kecelakaan tunggal, namun setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ditemukan bahwa korban tewas akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh Jumran.
Belakangan beredar kabar bahwa tersangka dan korban memiliki hubungan spesial yaitu sebagai sepasang kekasih yang telah merencanakan pernikahan pada Mei 2025.
Profil Jumran
Jumran adalah anggota TNI yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan dengan pangkat Kelasi Satu.
Ia saat ini berusia 23 tahun tersebut. Selain berprofesi sebagai prajurit TNI AL, tersangka ternyata juga dikenal sebagai seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA).
Sebagai atlet MMA, tersangka memiliki reputasi dalam dunia olahraga bela diri. Rekan-rekan sesama atlet MMA menggambarkan dirinya sebagai sosok yang baik, namun juga tegas.
"Kami hanya bertemu beberapa kali, yang bersangkutan selama ini baik juga tegas," kata seorang rekan Jumran yang tidak ingin disebutkan namanya.
Hal ini juga dibenarkan oleh teman dekat Juwita, Devi Farah Diba, yang menyebut bahwa Jumran sering terlihat mengenakan pakaian atlet MMA. "Iya, ada fotonya. Katanya sering juara terus di MMA," ungkap Devi.
Keterlibatannya dalam MMA menggambarkan sosok yang memiliki fisik kuat dan ketegasan, namun sayangnya, sikap kerasnya juga terlihat dalam hubungan pribadinya.
Kakak kandung Juwita, Subpraja Adinata, mengungkapkan sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Juwita sempat pamit keluar rumah, namun tidak memberitahukan tujuan pastinya.
Meskipun hubungan mereka tampak serius, namun tidak sedikit yang mengetahui bahwa hubungan Juwita dan Jumran tidak selalu berjalan mulus.
Devi, teman dekat Juwita, mengungkapkan bahwa korban sempat bercerita tentang kekasihnya, namun hubungan mereka cenderung tertutup.
"Juwita baru-baru ini aja cerita siapa pacarnya dan dari mana," ungkap Devi. Meski demikian, Juwita sering kali menyimpan masalah pribadinya, termasuk mengenai sikap Jumran yang tegas.
Devi juga menceritakan bahwa Jumran sering memarahi Juwita ketika terlambat membalas pesan. “Omongannya keras kalau udah marah. Makanya dia (Juwita) sering panik kalau jadwal lelet atau pulang malam,” ujar Devi.
Pihak berwajib, termasuk Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, memastikan bahwa penyelidikan kasus ini sedang berjalan dengan intensif dan transparan.
"Kami masih lidik dan mengumpulkan alat bukti. Segala informasi akan dikoordinasikan dengan pihak terkait," tambah Kapolda. Proses hukum akan tetap dilakukan secara terbuka, dengan harapan memberikan keadilan bagi Juwita dan keluarganya.
Sejak kejadian tersebut, organisasi pers dan rekan-rekan Juwita di media online mendesak agar penyelidikan ini segera diungkap tuntas.
Mereka menuntut agar proses hukum dilakukan secara adil dan transparan, serta tersangka diberikan hukuman yang setimpal atas tindakannya.
Kasus ini, selain menjadi sorotan terkait tindak kekerasan terhadap jurnalis, juga menyentuh kehidupan pribadi Juwita dan Jumran yang penuh gejolak. (*)
Editor : Almasrifah