Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terungkap! Ini Alasan Investor Pilih Vietnam Ketimbang Indonesia: Banyak Gangguan Ormas hingga Ulah Oknum Desa

Thomas Dwi Priyandoko • Senin, 7 April 2025 | 21:11 WIB
Pabrik garmen di Ho Chi Minh City, Vietnam. Banyak investor memilih Vietnam ketimbang Indonesia karena perizinan mudah dan tidak banyak gangguan.
Pabrik garmen di Ho Chi Minh City, Vietnam. Banyak investor memilih Vietnam ketimbang Indonesia karena perizinan mudah dan tidak banyak gangguan.


KALTIMPOST.ID, BANDUNG – Fenomena investor hengkang dari Indonesia ke negara tetangga seperti Vietnam makin nyata.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya buka suara soal penyebab utamanya. Dan jawabannya mencengangkan: gangguan dari ormas, LSM, hingga oknum di tingkat desa.

“Saya ngotot terus soal investasi. Tapi faktanya hari ini, banyak investor yang lari ke Vietnam,” ungkap Dedi dalam sebuah pernyataan terbaru yang langsung menyita perhatian publik.

Menurut Dedi, masalah ini bukan hanya soal regulasi atau infrastruktur, tapi juga gangguan kecil yang selama ini dianggap sepele, seperti:

 

“Jujur aja ya, desa ini banyak oknum yang ganggu. Ada yang minta jatah, main tanah, dan lain-lain,” tegasnya.

Padahal, kata Dedi, masyarakat desa seharusnya sadar bahwa keberadaan investor justru membawa nilai tambah. Salah satunya, harga tanah yang melonjak karena adanya pembangunan.

“Harga tanah naik itu karena ada investasi. Kalau nggak ada, ya tetap aja segitu-segitu,” ujarnya blak-blakan.

Dedi juga mengingatkan agar masyarakat—terutama di desa—tidak tamak dalam menentukan harga tanah. Banyak kepala desa yang tiba-tiba kaya raya karena main proyek atau jual tanah, tapi akhirnya bangkrut bahkan sakit karena tak siap mental.

“Saya tahu banyak kepala desa jadi kaya mendadak. Beli Alphard, Rubicon, bangun rumah besar, nikah lagi. Akhirnya apa? Stroke, meninggal, utang numpuk,” papar Dedi.

Ia menyarankan agar orang yang baru pegang uang besar belajar untuk mengelola kekayaan secara tenang, tidak pamer, dan tidak konsumtif berlebihan.

“Kalau punya duit, jangan langsung pamer. Sembunyikan. Biasa aja, naik sepeda juga nggak masalah,” ujarnya.

Dedi bahkan mengungkap ada teman lamanya yang dulu kaya mendadak, kini hidup sengsara sampai minta uang Rp500 ribu padanya. Hal ini jadi cermin bahwa kekayaan tanpa persiapan mental hanya berujung petaka.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#investor #indonesia #investasi indonesia #vietnam #dedi mulyadi #jawa barat