Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proyek Baterai RI Tak Jadi Bareng Korea? China Langsung Masuk!

Dwi Puspitarini • Selasa, 29 April 2025 | 17:12 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani.

KALTIMPOST.ID, Perusahaan raksasa asal Korea Selatan, LG Energy Solution (LGES), memilih mundur dari tiga proyek joint venture (JV) yang sebelumnya sudah dirancang.

Namun langkah mundur LG ini tak membuat proyek tersebut terhenti. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, langsung turun tangan.

Ia mengaku telah bertemu dengan calon pengganti LG, yaitu perusahaan asal China bernama Huayou.

 Baca Juga: Prabowo Sudah Restui, Stok Beras Sudah 3 Juta Ton, Tapi Ekspor Masih Belum Jalan? Ini Alasannya

"Sabtu malam mereka datang. Dan insya Allah nanti kita akan lanjutkan lagi pembicaraan lebih detailnya ini pada bulan Mei," kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Menurut Rosan, Huayou telah menyatakan ketertarikan untuk masuk ke dalam “grand package” investasi baterai kendaraan listrik di Indonesia yang sebelumnya digarap LG.

"Pada bulan Mei ini akan kita tindak lanjuti. Tapi pada intinya mereka siap untuk masuk dan merealisasikan investasi," ujarnya.

 Baca Juga: Sudah Daftar Haji tapi Bingung Kapan Berangkat? Ini Cara Mengeceknya

LG Mundur Diam-Diam

Rosan mengonfirmasi bahwa LG benar-benar mundur dari tiga joint venture pertama yang sudah dirancang dalam proyek rantai pasok baterai listrik.

Namun, ia menegaskan bahwa satu joint venture lainnya, JV keempat sudah beroperasi dan terus berjalan.

“Yang mundur ini hanya di joint venture nomor satu, dua, dan tiga. Tapi yang nomor empat sudah selesai dan sudah jalan.”

Proyek yang dimaksud adalah pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang yang dibangun oleh PT HLI Green Power, hasil kerja sama antara Hyundai dan LG.

 Baca Juga: Profil Raiyah Chitra Caesaria, Mantan Pramugari Singapura yang Jadi Bagian Keluarga Cendana

Pabrik tersebut sudah diresmikan Presiden Jokowi pada 3 Juli 2024 dan kini beroperasi dengan kapasitas produksi 10 Giga Watt hour (GWh) per tahun.

Rosan menjelaskan bahwa LG sudah menggelontorkan dana investasi sebesar USD 1,1 miliar di proyek tersebut dan akan menambah lagi USD 1,7 miliar.

"Total investasinya nanti bisa mencapai USD 2,8 miliar. Itu sekitar Rp 46,9 triliun. Dan ini sesuai dengan target awal JV nomor empat," tegasnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
rosan roeslani Huayou LG Mundur HLI Green Power karawang proyek baterai RI