Kedatangan tokoh terkenal filantropis tersebut langsung disambut oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Saat bertemu, keduanya membahas mengenai kontribusi besar Bill Gates melalui Bill & Melinda Gates Foundation.
Diketahui yayasan yang didirikan oleh Bill Gates dan Melinda French Gatester itu telah menyumbangkan lebih dari Rp2,6 triliun sejak 2009 untuk berbagai sektor di Indonesia, terutama bidang kesehatan.
Atas sumbangsihnya tersebut, Presiden Prabowo dikabarkan berencana memberikan tanda kehormatan tertinggi Indonesia kepada Bill Gates sebagai penghargaan.
Selain itu, Prabowo Subianto mengajak Bill Gates meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jati 03 Pulogadung, Jakarta Timur.
Tidak hanya itu, kedatangan Bill Gates ke Indonesia juga untuk berdiskusi dengan sejumlah pemimpin Indonesia dan konglomerat Tanah Air untuk menjajaki peluang kolaborasi lebih lanjut di sektor teknologi dan kesehatan.
Biodata Bill Gates
- Nama Lengkap: William Henry Gates III
- Tempat, Tanggal Lahir: Seattle, Washington, 28 Oktober 1955
- Pendidikan: Harvard University (tidak lulus)
- Profesi: Pendiri Microsoft, filantropis
- Kekayaan Bersih: US$113 miliar (Forbes, Mei 2025)
- Status: Pernah menikah dengan Melinda French Gates (1994–2021)
- Anak: Jennifer, Rory, dan Phoebe Gates
Profil Bill Gates
Bill Gates lahir dari keluarga berkecukupan. Ayahnya, William H. Gates Sr., adalah seorang pengacara, sedangkan ibunya, Mary Maxwell Gates, adalah anggota dewan di beberapa perusahaan besar.
Sejak kecil, Gates dikenal sangat suka membaca. Namun, pada usia 11 tahun, orang tuanya mulai khawatir karena ia sering menyendiri dan cepat bosan.
Pendidikan Bill Gates
Bill Gates menimba ilmu di Lakeside School di Seattle. Di usia 13 tahun, Gates pertama kali mengenal komputer melalui terminal teletype dan bahasa pemrograman BASIC.
Ia membuat program permainan tic-tac-toe yang bisa dimainkan melawan komputer—awal dari obsesinya terhadap teknologi. Di sekolah yang sama, ia bertemu Paul Allen, teman yang kelak menjadi mitra bisnisnya.
Keduanya mengembangkan proyek Traf-o-Data untuk menganalisis lalu lintas kota. Dari proyek itu, mereka mendapat pemasukan awal sebesar $20.000.
Tahun 1975 menjadi titik balik penting. Meski diterima di Harvard dengan skor SAT hampir sempurna, Gates lebih banyak menghabiskan waktunya di lab komputer daripada di kelas.
Ketika Paul Allen menunjukkan artikel tentang komputer Altair 8800, mereka melihat peluang besar. Mereka kemudian menghubungi MITS, produsen Altair, dan mengklaim telah membuat versi BASIC untuk perangkat itu—padahal software-nya belum dibuat.
Setelah kerja keras selama dua bulan, mereka berhasil memenuhi janji mereka. Bill Gates kemudian membuat keputusan besar: keluar dari Harvard untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak bernama Micro-Soft, yang kemudian dikenal sebagai Microsoft.
Membangun Microsoft
Microsoft didirikan dari sebuah garasi sederhana. Produk pertama mereka adalah interpreter BASIC untuk Altair. Kesuksesan awal ini membawa Gates dan Allen mengembangkan software untuk berbagai perusahaan komputer lain.
Puncaknya datang saat IBM, yang tengah mengembangkan PC, mencari sistem operasi. Gates membeli sistem operasi dari perusahaan kecil, kemudian melisensikannya ke IBM sebagai MS-DOS.
Keputusan untuk tidak menjual, melainkan melisensikan, adalah manuver bisnis yang sangat cerdas—yang menjadikan Microsoft raksasa perangkat lunak dunia.
Pada tahun 1983, sekitar 30% komputer dunia menggunakan sistem operasi buatan Microsoft. Dua tahun kemudian, mereka meluncurkan Windows, yang menawarkan antarmuka grafis pertama buatan Microsoft.
Kekayaan Bill Gates
Per Mei 2025, berdasarkan data dari Forbes, kekayaan bersih Bill Gates diperkirakan mencapai $105,8 miliar dolar AS . Dengan kurs Rp16.522 per dolar AS, total kekayaannya dalam rupiah adalah sekitar Rp1.749 triliun.
Namun, menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Bill Gates lebih tinggi, yakni $164 miliar dolar AS . Dengan kurs yang sama, total kekayaannya dalam rupiah adalah sekitar Rp2.709 triliun. (*)
Editor : Almasrifah