KALTIMPOST.ID, Semenjak menyebut Jokowi memenuhi kriteria sebagai nabi di media sosial, sosoknya kini mencuri perhatian publik.
Ya, dalam cuitannya di media sosial X, Deddy Nur Palakka menyebut mantan presiden ketujuh RI tersebut memiliki kriteria menjadi seorang nabi.
Bahkan dalam cuitannya, ia memuji bapak tiga anak itu sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan rakyat.
Cuitannya pun kini viral, yang diunggah kembali oleh akun media sosial Instagram @wastedrocker pada Rabu, 11 Juni.
Lantas siapa Dedy Nur Palakka?
Dilansir dari berbagai sumber, Dedy Nur Palakka kelahiran Makassar, 23 Agustus 1981.
Ia merupakan lulusan D4/S1 yang berprofesi sebagai juru masak.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah bekerja sebagai kepala koki atau sebagai head chef di salah satu restoran China di Amerika Serikat.
Restoran China tersebut bernama Ching Tung Restauran. Dedy bekerja selama enam tahun mulai dari 2009-2015.
Kini Dedy menjadi salah satu politikus atau kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia menjabat sebagai ketua Biro Ideologi dan Kaderisasi DPW PSI wilayah Bali.
Menjadi kader partai, Dedy pernah berpartisipasi dalam pemilihan legislatif (Pileg).
Ia pernah menjadi salah satu calon legislatif (caleg) untuk DPR RI dari Dapil Bali pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024.
Namun, dua kali mencoba, keberuntungan belum berpihak.
Walaupun begitu, Dedy tetap tak kapok dan berniat kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR dalam Pemilu 2029.
Di media sosial, Dedy juga aktif. Ia memiliki akun Instagram dan X dengan username @dedynurpalakka.
Dalam beberapa cuitannya di media sosial, Dedy diketahui merupakan pendukung atau loyalis keluarga Jokowi.
Yang terbaru dan kini menjadi viral terkait cuitannya adalah ia menyebut Jokowi memenuhi kriteria sebagai seorang nabi.
Dan hal ini pun mendapat tanggapan luas dari warganet, termasuk respons keras dari Jhon Sitorus, seorang pengamat yang juga pegiat media sosial.
Dia mengingatkan agar Dedy tak asal bicara hanya karena kecintaannya yang berlebihan pada Jokowi.
“Hati-hati kalau bicara soal nabi bro. Jokowi jadi nabi umat agama mana yang kau maksud? Harus diperjelas agar tidak menimbulkan polemik. Saya tau semangat Anda begitu membabi buta mencintai Jokowi,” katanya.
“Jika anda mengatakan Jokowi memenuhi syarat sebagai nabi maka itu artinya Jokowi menerima wahyu dari Tuhan secara langsung. Dikau harus bisa buktikan itu agar tak jadi polemik.”
Dedy pun lantas membalas cuitan tersebut. Ia memberikan penjelasan terkait pernyataannya.
Ia mengatakan tidak semua sebutan “nabi” berarti secara literal menerima wahyu dari Tuhan.
Kata “nabi” dalam perbincangan filsafat, sastra dan tafsir sosial sering digunakan secara kiasan atau simbolik.
Ia pun memberikan sejumlah contoh penggunaan kiasan tersebut. Misalnya, “Karl Max adalah nabi revolusi kelas”, “Buddha adalah nabi kesadaran batin”.
Penggunaan istilah ini yang ia maksudkan bukan berarti mendengar suara Tuhan, melainkan yang menyuarakan nilai-nilai agung, membawa pesan moral, dan membimbing umat manusia.
Ia juga lantas menimpali argumen Jhon yang menyebut hanya dirinya yang menyatakan Jokowi memiliki sifat kenabian.
Menurutnya, pernyataannya tersebut tidak salah. Sebab ia menyebut tidak perlu banyak orang untuk mengawali pemikiran. Banyak ide besar dalam sejarah justru berangkat dari satu orang yang melihat sesuatu yang orang lain belum lihat.
Editor : Hernawati