KALTIMPOST.ID, Tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam sejarah penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) di Indonesia.
Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, memperkenalkan mekanisme baru yang memangkas birokrasi dan mempercepat pencairan hak para guru.
Kini, TPG tidak lagi harus melewati kas daerah, melainkan langsung ditransfer ke rekening pribadi guru penerima.
Langkah ini diambil sebagai respons atas berbagai keluhan guru di seluruh Indonesia yang selama bertahun-tahun mengalami keterlambatan pencairan tunjangan akibat birokrasi yang panjang dan rumit.
Dengan sistem baru, pemerintah ingin memastikan setiap guru menerima haknya secara tepat waktu, transparan, dan tanpa potongan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa transformasi digital dan penyederhanaan proses adalah kunci utama dalam penyaluran anggaran negara, khususnya untuk sektor pendidikan yang menyangkut nasib jutaan guru.
“Bukan hanya Toothless saja yang bergerak gesit, penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) juga kini lebih cepat, langsung, dan transparan!” tulis Sri Mulyani di akun Instagram resminya, Senin (23/6/2025).
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Pendaftaran KIP Kuliah 2025 untuk Jalur Mandiri Sudah Dibuka, Ini Info Lengkapnya
Mekanisme Baru, Tunjangan Cair Langsung ke Rekening Guru
Mulai Maret 2025, penyaluran TPG dilakukan langsung dari kas negara ke rekening guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND), tanpa perantara kas daerah.
Mekanisme ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan RI nomor 8/KM.7/2025 dan menjadi jawaban atas keluhan keterlambatan pembayaran yang selama ini dialami para guru.
“Dengan mekanisme baru ini, para guru ASND menerima langsung TPG ke rekening masing-masing, sehingga hak guru diterima secara tepat dan efisien, tidak perlu lagi melalui perantara atau birokrasi yang rumit,” jelas Sri Mulyani.
Penyaluran TPG dilakukan dalam empat tahap setiap tahun, menyesuaikan periode triwulanan dan hasil verifikasi kinerja guru.
Pada tahap pertama 2025, sebanyak 1,44 juta guru telah menerima TPG dengan total anggaran Rp16,71 triliun.
Penyaluran tahap kedua dimulai Juni 2025, dengan nilai dan jumlah penerima yang disesuaikan berdasarkan realisasi tahap pertama.
Total anggaran TPG tahun 2025 mencapai Rp66,92 triliun untuk 1.522.727 guru di seluruh Indonesia.
Pemerintah terus mempercepat proses verifikasi bagi sekitar 84 ribu guru yang belum menerima TPG karena kendala administrasi.
“Peran guru sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, semangatnya adalah kekuatan bagi masa depan Indonesia,” tegas Sri Mulyani. ***
Editor : Dwi Puspitarini