Dilansir dari berbagai sumber media, Maman mendatangi Gedung KPK pada Jumat, 4 Juli 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Maman mengatakan bahwa kunjungan tersebut sebagai tanggung jawab moral terkait sorotan publik atas dugaan penyalahgunaan fasilitas negara oleh istinya, Agustina Hastarini.
Untuk diketahui, polemik mencuat setelah beredarnya surat resmi Kementerian UMKM yang menyebut nama Agustina Hastarini sebagai peserta "misi budaya" ke sejumlah negara Eropa dan Asia.
Perjalanan selama 14 hari itu mencakup delapan kota di tujuh negara, dengan permintaan pendampingan dari beberapa Kedutaan Besar RI.
Yang menjadi sorotan, sang istri tidak memegang posisi formal di pemerintahan, namun dalam surat disebut sebagai “Istri Menteri UMKM RI”. Hal ini memicu kritik terkait penggunaan fasilitas negara oleh pihak nonstruktural.
Profil Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Menteri UMKM ini lahir di Pontianak pada 10 September 1980. Ia menyelesaikan pendidikan Teknik Perminyakan di Universitas Trisakti dan aktif di organisasi kemahasiswaan, termasuk sebagai Presiden BEM.
Sebelum terjun ke politik, ia bekerja di sektor migas, antara lain di Premier Oil Indonesia dan PT Luas Biru Utama. Ia mulai bergabung dengan Partai Golkar sejak 2010, dan menjabat sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Sosial pada 2018.
Tahun yang sama, ia masuk DPR lewat mekanisme pergantian antarwaktu dan kembali terpilih dalam Pemilu 2019. Ia kemudian ditunjuk sebagai Menteri UMKM pada 2024.
Gaji Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Sebagai menteri, Maman menerima gaji dan tunjangan sebesar Rp18.650.000 per bulan, yang terdiri dari gaji pokok Rp5.040.000 dan tunjangan jabatan Rp13.608.000.
Ia juga mendapatkan fasilitas lain seperti rumah dinas, kendaraan operasional, serta perlindungan kesehatan.
Kekayaan Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Menurut situs LHKPN, per tanggal lapor 03 April 2024 Maman memiliki harta kekayaan mencapai Rp15.789.116.232. Berikut daftar harta dan aset Maman Abdurrahman selengkapnya:
- Tanah dan bangunan: Rp15.723.000.000
- Alat transportasi dan mesin: Rp1.225.000.000
- Harta bergerak lainnya: Rp336.000.000
- Surat berharga: Rp 0
- Kas dan setara kas: Rp1.265.116.232
- Harta lainnya: Rp 0
- Hutang: Rp Rp2.760.000.000
- Total: Rp15.789.116.23. (*)