Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sosok Nurmala Kartini Sjahrir, Adik Luhut Binsar Pandjaitan, yang Kini Jadi Kandidat Dubes RI untuk Jepang, Ikut Fit and Proper Test

Hernawati • Sabtu, 5 Juli 2025 | 15:35 WIB
Nurmala Kartini Sjahrir, adik dari Luhut Binsar Pandjaitan yang jadi kandidat kuat Dubes RI.
Nurmala Kartini Sjahrir, adik dari Luhut Binsar Pandjaitan yang jadi kandidat kuat Dubes RI.

KALTIMPOST.ID, Surat Presiden (Surpres) Nomor R3 tertanggal 1 Juli 2025 yang berisi 24 nama calon duta besar Republik Indonesia untuk negara-negara sahabat dan lembaga internasional telah diterima Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dari 24 nama calon dubes tersebut, ada nama Nurmala Kartini Sjahrir yang merupakan adik dari Luhut Binsar Pandjaitan, ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Nurmala Kartini Sjahrir jadi kandidat kuat duta besar RI untuk Jepang yang berkedudukan di Tokyo.

Kini Nurmala tengah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon duta besar yang diadakan di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/7).

Sekitar pukul 09.00 WIB, Nurmala tiba di Kompleks Parlemen.

Mengenakan kemeja putih dibalut dengan blazer biru dongker, ia langsung melenggang ke ruang rapat Komisi I DPR RI.

Sosok dan Profil Nurmala Kartini Sjahrir

Sosok Nurmala Kartini Sjahrir atau dengan nama lengkap Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir lahir pada 1 Februari 1950 di Simargala Huta Namora, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Ia merupakan anak dari pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Nurmala juga adalah adik dari Luhut Binsar Pandjaitan, ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Nurmala menikah pada 8 Desember 1979 dengan Dr Sjahrir, anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang Ekonomi periode 2007-2009.

Dari hasil pernikahannya, ia dikaruniai dua anak. Yakni Pandu Patria Sjahrir dan Gita Rusminda Sjahrir. Pandu saat ini menjabat Chief Investment Officer (CIO) di Danantara.

Nurmala menempuh Pendidikan antropologi di Universitas Indonesia dan lulus pada 1976. Lalu ia meneruskan studinya S-2 ke Universitas Boston (lulus 1981) dan meneruskan hingga ke jenjang doctor (lulus 1990).

Nurmala tercatat pernah bekerja sebagai dosen antropologi di almamaternya dan jadi editor Yayasan Obor Indonesia.

Di samping itu, dia juga jadi peneliti bidang sosial ekonomi.

Ia juga pernah menjadi Komisaris Independen Siloam Hospitals. Selain itu, ia pernah terpilih menjadi ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatra Utara pada 2020-2025, menggantikan ketua MWA sebelumnya, Panusunan Pasaribu.

Adapun di bidang politik, Nurmala pernha menjabat ketua umum Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) periode 2007-2011.

Ia pun pernah tercatat menjadi ketua Yayasan Kebun Binatang Ragunan, pendiri Suara Ibu Peduli (SIP), Yayasan Rumah Ibu (anti-KDRT), dan Yasalira (lingkungan).

Di 2010, tepatnya 10 Agustus, Nurmala pernah dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Duta Besar RI untuk Republik Argentina merangkap Republik Paraguay dan Uruguay, yang berkedudukan di Buenos Aires. Dia menjabat selama empat tahun.

Saat menjabat, Nurmala pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah Argentina pada 15 September 2014.

Pemerintah Argentina menyerahkan medali kehormatan “Order de Mayo el Merito en el Grado Gran Cruz” kepadanya sebagai Duta Besar RI untuk Republik Argentina, Republik Paraguay, dan Republik Oriental Uruguay.

Untuk pertama kalinya, Medal of Honor ini diberikan kepada kepala perwakilan Indonesia di Argentina, sejak dibukanya hubungan kedua negara.

Lalu Nurmala juga pernah masuk dalam struktur Tim Kampanye Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 sebagai penasihat.

 

Editor : Hernawati
#calon dubes #luhut binsar pandjaitan #duta besar ri #profil nurmala kartini sjahrir #Kartini Sjahrir #Nurmala Kartini Sjahrir #sosok nurmala kartini sjahrir