KALTIMPOST.ID, Fenomena tak biasa terjadi di salah satu sekolah dasar dan menjadi viral di media sosial.
Seorang ibu terekam tengah mengikat tas anaknya dengan tali rafia pada bangku barisan paling depan di kelas.
Aksi itu sontak menarik perhatian karena dilakukan lima hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Video yang diunggah akun TikTok @yuyunrahayumc memperlihatkan suasana kelas yang belum aktif, Rabu (9/7/2025).
Di sana, tampak tas anak-anak sudah diletakkan di kursi, namun satu tas di barisan paling depan diikat rapat dengan tali rafia.
Disebutkan, itu merupakan bentuk “booking” bangku depan agar si anak tidak mendapat tempat duduk di barisan belakang.
“Drama tali rafia pagi ini. Seorang wali murid booking bangku depan lengkap dengan tali rafia, katanya biar anaknya duduk di depan terus. Takut kebagian duduk di belakang,” tulis narasi suara dalam video tersebut, dikutip Kamis (10/7/2025).
Padahal, pihak sekolah telah menerapkan sistem rotasi tempat duduk agar semua siswa mendapat kesempatan merasakan posisi depan, tengah, hingga belakang secara adil.
“Bu, padahal sistem kelas kita sudah rapi. Tempat duduk dirolling tiap minggu. Semua anak kebagian depan-belakang secara adil, tapi ibu nggak paham terus,” tambah suara guru dalam narasi video itu.
Fenomena ini pun memantik pro dan kontra di dunia maya. Banyak netizen menyoroti sisi kemanusiaan dan harapan besar sang ibu, bukan sekadar aksinya yang dianggap melanggar aturan kelas.
Akun TikTok @Sita misalnya, berkomentar “Sebenarnya itu effort seorang ibu yang pengen sekali anaknya cerdas dan sukses ke depannya. Aku seorang ibu, sedih lihat ekspresi wajah ibunya yang sangat ketakutan.”
Baca Juga: Apa Saja Nilai Karakter yang Ditekankan dalam MPLS Ramah Tanpa Kekerasan?
Ia juga menyayangkan tindakan guru yang merekam dan menyebarkan momen tersebut, “Harusnya diberitahu secara baik-baik, bukan divideokan,” imbuhnya.
Komentar lain datang dari @YahyaTalita, “Zaman sekarang rebutan bangku udah gak berlaku. Sekarang sistemnya rolling tiap seminggu sekali, kadang dapet di tengah, di depan, di belakang, di pojok.”
Netizen lain juga mengaitkan fenomena ini dengan kondisi ekonomi dan pilihan pendidikan.
“Gak semua orang bisa sekolahin anaknya di swasta. Ada juga yang pilih sekolah negeri biar dana disiapkan buat jenjang berikutnya. Semua orang beda kondisi,” tulis @WindaFidel.
Sementara itu, banyak guru dan tenaga pendidik yang mengaku sering menemui fenomena serupa di awal tahun ajaran baru.
Totalitas orang tua, kadang melampaui batas aturan kelas. Namun semangat mereka untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya menjadi pelajaran penting tentang kasih sayang dan harapan.
“Kadang kita sebagai guru cuma bisa senyum dan mengelus dada. Antara gemas, lucu, dan kagum sama totalitas orang tua,” ujar guru dalam video tersebut. ***
Editor : Dwi Puspitarini