Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kesaksian Pemandi Jenazah tentang Kematian Brigadir Nurhadi: Temukan Luka Memar, Dugaan Cekikan dan Kaki Berlubang

Uways Alqadrie • Kamis, 17 Juli 2025 | 08:57 WIB
Brigadir Nurhadi
Brigadir Nurhadi

KALTIMPOST.ID, LOMBOK – Misteri kematian Brigadir Nurhadi di sebuah vila kawasan Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 16 April 2025, kini mulai menuai sorotan. 

Dugaan awal menyebut almarhum meninggal akibat tenggelam, namun sejumlah temuan fisik dan hasil pemeriksaan pendukung memunculkan dugaan adanya unsur kekerasan.

Saat itu, Nurhadi tengah berlibur bersama tiga rekannya, yakni Kompol Yogi, Ipda Haris, dan seorang perempuan bernama Misri Puspita Sari. Namun keterangan para saksi yang turut bersama korban disebut tidak sinkron.

Dari hasil pemeriksaan menggunakan lie detector, terungkap bahwa dua rekan korban yakni Kompol Yogi dan Ipda Haris diduga tidak berkata jujur terkait kronologi kejadian.

Kecurigaan turut disampaikan pihak keluarga, khususnya Sukarmidi, ayah mertua Nurhadi, yang mengaku melihat sejumlah luka pada jenazah saat proses pemulasaran dilakukan keluarga sendiri.

“Ada luka di bagian bibir dan pelipis. Pelipis sebelah kiri bahkan masih mengeluarkan darah saat dimandikan,” tutur Sukarmidi.

Ia juga menyebut terdapat luka serupa goresan pada punggung, serta lubang pada bagian telapak kaki. “Ada enam goresan di punggung. Kaki juga berlubang, itu kami lihat langsung saat memandikan,” tambahnya.

Temuan ini sejalan dengan hasil pemeriksaan awal dari tim forensik Universitas Mataram. Dokter forensik dr Arfi Samsun menyebut adanya memar di kepala bagian depan dan belakang.

“Luka memar itu menunjukkan adanya benturan kepala ke benda tumpul yang diam,” ungkap Arfi.

Tak hanya itu, dr Arfi juga menyampaikan temuan patah tulang pada area lidah yang diduga kuat sebagai akibat tekanan dari luar, kemungkinan karena cekikan.

Pihak keluarga kini mendesak penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Dugaan kuat adanya tindak kekerasan terhadap almarhum menjadi dasar permintaan agar kasus ini tak hanya dilihat sebagai kecelakaan biasa.

Editor : Uways Alqadrie
#Ipda Haris Chandra #Brigadir Nurhadi #Kompol I Made Yogi #Melanie Putri Gili Trawangan #Misri Puspita Sari #brigadir nurhadi dibunuh