KALTIMPOST.ID, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyita perhatian publik lewat pernyataan lugasnya dalam podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier.
Dedi Mulyadi menyoroti dua isu utama: pergeseran nilai antara anak dan orang tua, serta penyalahgunaan anggaran negara oleh pejabat.
Menurut Dedi, saat ini banyak anak muda menuntut orang tua membeli barang mahal seperti ponsel dan motor, meski kondisi ekonomi keluarga tak memungkinkan. “Hari ini terbalik, orang tua justru diatur anak,” katanya.
Tak hanya soal keluarga, Dedi juga menyoroti maraknya pejabat dan institusi pendidikan yang melakukan perjalanan ke luar negeri atas nama studi banding, namun sejatinya hanya pelesiran dengan biaya negara.
“Kalau jalan-jalan pakai uang pribadi silakan, tapi jangan pakai uang rakyat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kebiasaan sekolah menggelar study tour mewah yang hanya membebani orang tua, tanpa memberi manfaat edukatif yang jelas. Menurutnya, budaya konsumtif telah merasuki banyak lapisan, dari keluarga hingga birokrasi.
Dikenal dengan gaya komunikasi blak-blakan, Dedi kerap menyuarakan keresahan sosial yang jarang disentuh pemimpin lain. Ia menegaskan pentingnya moral dan tanggung jawab, baik di rumah maupun di lingkungan pemerintahan.
“Menjadi pejabat itu bukan soal fasilitas, tapi amanah. Moral bangsa itu dimulai dari rumah dan kantor,” tandasnya.
Editor : Uways Alqadrie