KALTIMPOST.ID, Pelanggan listrik prabayar perlu waspada. Meski tidak diumumkan secara besar-besaran, harga token listrik pada Agustus 2025 terpantau mengalami penyesuaian secara tidak langsung.
Bukan karena tarif dasar naik, tetapi karena potongan biaya yang ikut memengaruhi jumlah kWh yang didapat.
Sistem listrik prabayar alias token memang memungkinkan pelanggan mengontrol sendiri pemakaian energi.
Tapi di balik kemudahan itu, tak sedikit yang mengeluhkan jumlah kWh yang terasa makin sedikit dari bulan ke bulan.
Kena Biaya Admin dan PPJ
Untuk bulan Agustus ini, pembelian token listrik dengan nominal Rp100 ribu, tidak semuanya dikonversi jadi energi. Ada dua jenis potongan yang berlaku:
Biaya administrasi: Rp3.000
Pajak Penerangan Jalan (PPJ): sekitar 5 persen (tergantung kebijakan daerah)
Dengan asumsi PPJ 5 persen, maka dari Rp100 ribu, pelanggan hanya akan mendapatkan token bersih senilai Rp92 ribu.
Jika pelanggan berada di golongan rumah tangga R1 1.300 VA (dengan tarif tetap Rp1.444,70 per kWh), maka Rp92 ribu hanya akan menghasilkan sekitar 63,7 kWh.
Bandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu saat potongan belum sebesar sekarang—selisihnya cukup terasa di tagihan bulanan.
PLN sendiri belum mengumumkan adanya kenaikan tarif dasar listrik untuk Agustus 2025. Namun, dampak dari PPJ dan biaya admin membuat nominal kWh dari pembelian token tetap terasa lebih kecil.
Kondisi ini membuat pelanggan perlu lebih cermat dalam mengelola pemakaian listrik, terutama untuk peralatan elektronik yang menyedot daya besar.
Penurunan jumlah kWh yang didapat bukan karena tarif naik, tapi lebih karena potongan tambahan dan mekanisme perpajakan yang kini makin terasa.
Biaya admin yang ditarik oleh masing-masing mitra pembayaran juga memengaruhi total energi listrik yang bisa dibeli.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai lebih cermat dalam mengelola penggunaan listrik harian.
Banyak yang kini beralih menggunakan perangkat hemat energi, hingga memantau pemakaian melalui aplikasi PLN Mobile agar tagihan listrik tidak membengkak.
Jadi, sebelum isi ulang token, pastikan kamu sudah tahu berapa kira-kira kWh yang akan kamu dapatkan. (*)
Editor : Almasrifah