KALTIMPOST.ID, Di tengah gemparnya kontroversi permainan game Roblox yang sedang terjadi saat ini, siapa sangka bahwa permainan ini lebih banyak dimainkan oleh kelompok orang dewasa daripada kelompok anak-anak yang sering diidentikan sebagai pemain asli dari game Roblox
Hal ini berdasarkan data dari Statistika (2025) yang menyebutkan bahwa sebanyak 72,4 juta pengguna aktif permainan game Roblox berasal dari kalangan usia 17-24 tahun.
Hal ini menandakan perkembangan pesat dalam 10 tahun terakhir dalam pengguna permainan Roblox.
Tentu fakta ini menarik perhatian bahwa dalam realitanya, permainan game Roblox sudah mengalami pergeseran penggunannya dalam pola kosumsi hiburan digital.
Dari awalnya diidentikan sebagai permainan anak, kini justru menjadi sarana hiburan bagi para kalangan dewasa.
Baca Juga: Kenali Istilah Performative Male dan Berikut 5 Ciri-Cirinya!
Fitur-Fitur Menarik untuk Dieksplorasi
Pergeseran ini tentunya didasari dari fitur-fitur yang menarik kalangan dewasa memainkan permainan ini.
Game Roblox menghadirkan fitur interaktif, variasi permainan, dan kebebasan pemainnya dalam mengeksplorasi dunia vitrual dengan mudah sehingga pemain yang sudah bosan dengan permainan yang monoton merasa lebih bebas saat bermain di game Roblox.
Ada banyak jenis game Roblox yang dimainkan oleh kalangan orang dewasa, seperti:
- Brookhaven: membebaskan pemainnya memainkan simulasi kehidupan yang cocok untuk dimainkan saat ingin bersantar.
- VC Podcast: memberikan kesempatan kepada pemainnya untuk membuat sebuah acara podcast yang bisa ditonton oleh pemain game Roblox lainnya.
- Tower of Hell: pemain bisa melakukan tantangan parkour yang menguji kesabaran serta adrenalin saat memainkanya.
- Pet Simulator X: game simulasi hewan peliharaan dari berbagai jenis hewan.
Baca Juga: Upacara 17 Agustus Digelar di BSCC Dome Balikpapan, Ini Nama-Nama Pasukan Pengibar Bendera
Rentan terhadap Tindak Kriminal
Namun di tengah popularitas Roblox, muncul kekhawatiran dari berbagai pihak terhadap dampak permainan ini, terutama bagi anak-anak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara tegas melarang anak-anak usia sekolah dasar (SD) untuk memainkan Roblox.
Menurutnya, banyak permainan dalam Roblox mengandung unsur kekerasan, bahasa yang tidak pantas, dan tindakan-tindakan negatif lainnya.
Game besutan dari Amerik Serikat (AS) ini jug dinilai adanya pengaruh buruk yang timbul dari game Roblox.
Menurut Psikolog Anak Lulusan Universitas Indonesia, Mira Amir, juga berpendapat bahwa permainan game Roblox dan sejenisnya bisa memicu penggunanya melakukan tindak kriminalitas, khususnya pada kalangan anak-anak.
Contohnya, anak jadi mencuri karena ingin membeli item-item berbayar di dalam permainan tersebut.
Roblox memang menyajikan banyak pilihan permainan yang seru dan menghibur, namun perlu disadari bahwa tidak semua konten di dalamnya cocok untuk anak-anak.
Kalangan dewasa sebagai mayoritas pemain game Roblox juga diimbau untuk lebih bijak untuk memainkannya agar tidak berdampak pada pemain game Roblox dari kalangan anak-anak.
Maka dari itu, kontrol dan pendampingan dari orang dewasa menjadi kunci penting agar pengalaman bermain game tetap menyenangkan sekaligus aman.***
Editor : Dwi Puspitarini