Mulai Senin, 11 Agustus 2025, sejumlah KPM melaporkan telah menerima saldo sebesar Rp600.000 yang langsung masuk ke dalam Kartu KKS mereka.
Pencairan ini merupakan bagian dari penyaluran beberapa bantuan sosial sekaligus yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat.
Khusus untuk KPM Program Keluarga Harapan (PKH) yang tiba-tiba berubah status menjadi penerima BPNT melalui proses validasi sistem, pencairan saldo ini merupakan kabar baik yang dinantikan.
Selain itu, ada sebagian KPM yang mendapatkan tambahan dana sebesar Rp400.000. Dana tambahan ini diperuntukkan bagi KPM yang masuk kategori miskin ekstrem dengan klasifikasi desil 1 sampai desil 4.
Meski demikian, pencairan bantuan sosial ini dilakukan secara bertahap, sehingga tidak semua penerima akan menerima dana pada waktu yang sama.
KPM yang sudah menerima BPNT namun belum memperoleh tambahan dana diimbau untuk bersabar, karena penyaluran dana tambahan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
Selain PKH dan BPNT, beberapa program bantuan lain juga mulai disalurkan pada bulan ini, antara lain Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Program Indonesia Pintar (PIP), dan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
BLT Dana Desa diberikan kepada KPM yang telah melalui musyawarah desa dan menerima surat undangan, dengan jumlah dana sebesar Rp600.000 untuk periode Juli hingga Agustus 2025.
PIP disalurkan kepada siswa yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) nominasi dan melakukan aktivasi rekening.
KIP Kuliah menyalurkan dana bervariasi sesuai dengan klaster biaya hidup wilayah masing-masing, mulai dari Rp800.000 hingga Rp1,4 juta per bulan.
Penyaluran berbagai bantuan sosial ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah kondisi saat ini.
Sementara itu, untuk tahap ketiga penyaluran bansos PKH dan BPNT secara keseluruhan, Kementerian Sosial (Kemensos) diperkirakan akan segera memproses penyalurannya setelah rangkaian proses administrasi selesai.
Editor : Uways Alqadrie