KALTIMPOST.ID, Di tengah kabar kenaikan tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan yang memicu pro-kontra di masyarakat, Puan Maharani memberi imbauan pada anggota DPR.
Imbauan itu adalah menghabiskan makanan ringan atau snack yang disediakan dalam setiap rapat agar tidak terbuang dengan percuma alias mubazir.
“Kalau tidak dimakan ya jangan (sehingga) kemudian menjadi mubazir, dan kalau makan sebaiknya dihabiskan supaya tidak mubazir,” kata ketua DPR RI itu.
Selain itu, anak dari Ketua Umum PDIP ini juga mengimbau agar kudapan yang biasanya disajikan dalam kotak dus di tiap-tiap meja anggota dewan dalam setiap rapat itu jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.
“Ya, saya selalu mengimbau agar setiap rapat, makanan yang disajikan itu jangan kemudian berlebihan, namun bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Menurut dia, kudapan yang sebaiknya disiapkan kepada tiap anggota dewan setiap rapat itu terdiri dari tiga macam saja.
“Kalau kemudian setiap rapat diganti ya karena memang orangnya kan berbeda. Tidak bisa kemudian tidak diganti,” bebernya.
Sementara itu, terkait hal ini, Habiburokhman, ketua Komisi III DPR RI, justru mengusulkan agar para anggota dewan hanya disediakan air putih kala menghadiri rapat di parlemen.
Sebab, menurut Habiburokhman, makanan ringan yang disajikan belum dihabiskan saat menghadiri rapat.
“Jadi kalau rapat itu air putih saja. Air putih cukup karena air putih kan orang perlu dalam tiga jam minum, tapi kalau makanan, usia 50 tahun ke atas itu sudah susahlah makan makanan yang kayak begituan, harus jaga (makanan yang dikonsumsi). Menurut saya air putih saja,” tuturnya.
Apalagi dalam satu hari itu, rapat di komisinya bisa berlangsung hingga tiga kali. Jadi, penyuguhan kudapan dalam kotak dus di tiap meja anggota dewan tiap rapat kurang tepat.
“Begitu ganti snack, ganti rapat paling cuma durasi dua jam, ganti snack lagi. padahal sebagian besar anggota itu kayaknya sih nggak makan snack itu,” bebernya.