Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Perkembangan Terbaru Pembunuhan Kepala KCP BRI: 15 Orang Resmi Tersangka, Dalang Ingin Tutup Kasus Kecurangan Keuangan

Uways Alqadrie • Senin, 1 September 2025 | 10:51 WIB

Mohamad Ilham Pradipta
Mohamad Ilham Pradipta
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Polisi akhirnya berhasil mengurai kasus hilangnya Kepala KCP BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta (37). Korban ternyata jadi sasaran penculikan yang berujung maut. 

Polda Metro Jaya sudah menetapkan 15 orang tersangka dari tiga kluster berbeda.

Motifnya diduga kuat terkait fraud atau kecurangan keuangan di tubuh BRI. Ilham yang mengetahui praktik itu dijadikan target agar mau bekerja sama dengan kelompok pelaku. 

Awalnya mereka hanya berniat mengancam, tapi situasi berubah hingga merenggut nyawanya.

Peristiwa bermula pada 20 Agustus 2025. Ilham dijadwalkan bertemu manajemen PT Lotte Mart Indonesia di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rekaman CCTV memperlihatkan ia disergap dan dipaksa masuk ke mobil lain di area parkir. 

Sehari kemudian, jasadnya ditemukan di persawahan Karangsambung, Bekasi, dalam kondisi kaki terikat dan mata tertutup lakban.

Hasil autopsi RS Polri menunjukkan luka di dada dan leher akibat hantaman benda tumpul. Ilham dipastikan meninggal karena kehabisan oksigen akibat tekanan di dada dan leher.

Polisi lalu membagi peran 15 tersangka dalam tiga kluster: pengintai, tim penculik, dan tim eksekutor. Beberapa tersangka seperti AT, RS, RAH, dan RW ditangkap di Jakarta, sementara RW sempat mencoba kabur ke NTT. Empat orang lain yang disebut sebagai otak termasuk Dwi Hartono.

Nama Dwi langsung jadi sorotan. Ia dikenal publik sebagai pebisnis teknologi, pemilik dua perusahaan, sekaligus pendiri aplikasi pendidikan Guruku. Dwi juga aktif sebagai motivator dengan ratusan ribu pengikut YouTube. 

Ia bahkan baru tercatat sebagai mahasiswa magister manajemen di UGM Jakarta, namun kini statusnya dinonaktifkan.

Bukan kali pertama Dwi bersinggungan dengan hukum. Tahun 2012, ia pernah dipenjara enam bulan karena pemalsuan ijazah SMA di Semarang. Kala itu, ia menjadi aktor utama pengondisian pemalsuan.

Baca Juga: Gedung Grahadi dan Rumah Dinas Wagub Jatim Dibakar! Barang Berharga Emil Dardak dan Arumi Bachsin Dijarah

Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Abdul Rahim menyatakan 15 tersangka kasus ini terbagi dalam tiga kluster.

Kluster pertama berperan sebagai tim pengintai, kluster kedua bertugas melakukan penculikan, serta kluster ketiga sebagai tim eksekutor yang mengakibatkan korban meninggal serta membuang korban.

Polda Metro Jaya menegaskan kasus ini belum selesai. Penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap siapa saja yang diuntungkan dari aksi sadis ini dan seberapa jauh kaitannya dengan dugaan fraud di internal BRI.

Editor : Uways Alqadrie
#polres jakarta timur #Ilham Pradipta Kepala Cabang BRI Cempaka Putih #BRI cempaka putih #Ilham Pradipta #bri jakarta #ilham pradipta diculik sebelum dibunuh