Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jawa Timur memastikan sudah ada dana yang masuk. Nominal yang diterima bervariasi, namun banyak yang melaporkan saldo Rp600 ribu. Jumlah tersebut merupakan akumulasi pencairan Juli–September 2025.
Meski begitu, tidak semua KPM bisa langsung menarik dana. Sebagian penerima saat memeriksa saldo rekening justru masih kosong.
Kondisi ini memicu proses sinkronisasi data di bank penyalur. Otoritas perbankan menegaskan, penundaan hanya bersifat teknis. “Saldo akan otomatis masuk, bahkan bisa rapelan dari tahap sebelumnya,” terang petugas bank penyalur.
Selain BPNT dan PKH, masyarakat juga menantikan pencairan bantuan lain. Setidaknya ada tujuh jenis bansos yang diadakan cair sepanjang bulan September ini:
1. BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) – senilai Rp200 ribu per bulan, disalurkan rapel per tiga bulan.
2. PKH (Program Keluarga Harapan) – nominalnya bervariasi sesuai komponen keluarga penerima, mulai ibu hamil, balita, lansia, hingga penyandang disabilitas.
Baca Juga: Acil Bimbo Meninggal Dunia! Profil Lengkap Perjalanan Musik, Daftar Lagu, Pendidikan, dan Keluarga
3. Program Indonesia Pintar (PIP) – bantuan biaya pendidikan bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK.
4. BLT Dana Desa (BLT DD) – Rp300 ribu per bulan, untuk warga miskin terdampak ekonomi.
5. Bantuan Pangan Beras 10 Kg – didistribusikan melalui Bulog kepada keluarga penerima.
6. Bantuan Atensi Yatim Piatu – diberikan melalui Kemensos bagi anak yang kehilangan orang tua.
7. Bantuan Usaha Ultra Mikro (UMi) dan PNM Mekaar – program akses permodalan ringan bagi pelaku usaha kecil.
Pemerintah pusat juga tengah memperbarui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai instrumen penyaluran. Namun, kartu baru yang diterbitkan belum semuanya terisi saldo. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan penerima.
Pihak bank memastikan, saldo akan masuk begitu sistem rampung, bahkan ada kemungkinan penerima akan mendapatkan pencairan ganda untuk mengejar hak sebelumnya.
Dengan jadwal pencairan yang berlangsung hingga akhir bulan, masyarakat penerima diimbau bersabar. Pemerintah menegaskan, seluruh hak KPM tetap akan tersalurkan penuh tanpa ada pengurangan.
Editor : Uways Alqadrie