KALTIMPOST.ID, Layanan aplikasi Byond milik PT Bank Syariah Indonesia (BSI) disebut tengah mengalami gangguan.
Gangguan pada aplikasi ini yang terjadi sejak awal September membuat sebagian pengguna merasa terganggu dalam melakukan transaksi harian.
Hal ini pun menjadi sorotan warganet di platform media sosial X.
"Aplikasi BSI itu namanya Byond. Errornya sering banget. Pokoknya errornya beyond banget. Di saat diperlukan, kita nggak bisa apa-apa. Males banget,” tulis akun X dalam unggahannya pada Selasa, 2 September.
Laporan serupa juga banyak ditemukan. Sejumlah pengguna menilai kondisi ini menyulitkan aktivitas pembayaran, termasuk saat ingin menggunakan QRIS maupun membeli token listrik.
“Byond lu kenapa dah eror mulu, cape asli, kalau aplikasinya belum matang nggak usah suruh move dari BSI Mobile ke Byond deh, buat malu orang mau bayar pake QRIS, ini mau beli token aja susah, bukan mempermudah, mempersulit hidup orang yang ada, sering kali loh eror," kata pengguna X.
Selain itu, gangguan teknis ini berdampak pada keuangan nasabah yang tertahan sehingga tidak dapat digunakan.
"Byond kenapa sih error terus, Uang aku di BSI semua," keluh warganet di laman X dengan akun @cocomeew.
Kritik pedas akhirnya dilontarkan sebagian warganet yang lebih memilih untuk menutup akunnya yang terdaftar dalam aplikasi Byond.
“Aku mau tinggalkan BSI, senin nanti mau ke kantor cabangnya kalau uangku sudah balik langsung mau tutup akun. Suka menyusahkan, uang mau dipakai tapi malah bermasalah seperti ini," ungkap salah satu akun dalam unggahan resmi BSI di Instagram @lifewithbsi.
Sementara itu, warganet meminta pihak BSI untuk memberikan kejelasan informasi apabila terdapat perbaikan sementara dalam aplikasi perbankan tersebut.
"Bisa tidak kalau mau maintenance info dulu, mulai kapan sampai kapan. Jadi nasabah bisa mengalihkan dana ke rekening lain. Jadi maintenance sekarang sampai kapan? Tolong diinfokan," ungkap akun lainnya.
Perihal keluhan nasabah terkait aplikasi Byond yang error, BSI pun telah menyatakan hingga saat ini masih dilakukan optimalisasi sistem karena tingginya transaksi pada awal September.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar menganjurkan para nasabah terkait untuk melakukan transaksi keuangan melalui aplikasi lain, seperti BSI Mobile hingga BSI Net Banking.
"Sehingga untuk kebutuhan transaksi, kami menganjurkan nasabah melakukannya melalui channel lain seperti BSI Mobile, BSI ATM, BSI Agen, ataupun BSI Net banking, serta seluruh jaringan cabang BSI di seluruh Indonesia," kata Wishu dalam keterangan resminya, pada Selasa, 2 September 2025.
Editor : Hernawati