Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jejak Berdarah Mengarah ke Orang Dekat, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Satu Keluarga Tewas di Indramayu

Uways Alqadrie • Kamis, 4 September 2025 | 10:57 WIB
Haji Sahroni (tengah) bersama Budi dan Euis semasa hidup. Foto atas, rumah keluarga Haji Sahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu. (FOTO: IST)
Haji Sahroni (tengah) bersama Budi dan Euis semasa hidup. Foto atas, rumah keluarga Haji Sahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu. (FOTO: IST)

KAbLTIMPOST.ID, INDRAMAYU – Bau menyengat dari sebuah rumah di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat, memicu kecurigaan warga pada Senin malam, 1 September 2025. 

Saat ditelusuri, petugas menemukan gundukan tanah mencurigakan di halaman belakang rumah, tepat di bawah pohon nangka. Begitu digali, lima jenazah sekeluarga terkuak.

Korban adalah Haji Sahroni (75), Budi (45 tahun, anak Sahroni), Euis (40 tahun, istri Budi), serta dua cucu yang masih belia, masing-masing berusia sekitar enam tahun dan delapan bulan. Polisi menduga, mereka sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. 

“Terdapat tiga orang dewasa dan dua anak-anak. Semua dimakamkan dalam satu liang,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, Selasa, 2 September 2025.

Jejak Terakhir

Keterangan keluarga korban menyebutkan, pada Jumat, 29 Agustus, Budi sempat membeli lima porsi ayam bakar untuk menjamu tamu dari Tangerang. Itulah kali terakhir mereka terlihat hidup. 

Sehari kemudian, aktivitas di rumah mendadak terhenti. Pesan WhatsApp tak lagi dibalas. “Biasanya Bu Euis aktif, tapi sejak Jumat sore tidak ada kabar,” kata seorang sahabat korban.

Kecurigaan kian menguat ketika keluarga besar, Ema, menemukan gundukan tanah di halaman. Dari sanalah tragedi itu terbongkar. Menurut Ema, jasad Budi ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Bercak darah juga terlihat di salah satu kamar dan kamar mandi.

Diduga Orang Dekat

Sejumlah saksi menyebut rumah korban sempat didatangi dua mobil pikap pada Sabtu dini hari. Warga menduga pelaku bukan orang asing. “Bisa saja orang dekat, karena keluarga ini dikenal tertutup,” ujar Lurah Paoman, Taskuri.

Polisi telah memeriksa lima saksi dan mengamankan barang bukti berupa cangkul, ember kecil, seprai, dan terpal biru berbercak darah. Dugaan sementara, motif pembunuhan berkaitan dengan masalah pribadi atau bisnis. 

Sahroni diketahui memiliki usaha sarang burung walet, sedangkan anaknya, Budi, mantan pegawai bank yang membuka toko grosir tak jauh dari rumah.

Geger Kampung

Warga Paoman masih shock. “Katanya perampokan, tapi saya lihat tidak ada barang berharga yang rusak atau hilang,” kata Ami, tetangga korban. Isu yang beredar simpang siur, dari motif bisnis hingga dendam pribadi. 

Polisi belum mengumumkan identitas terduga pelaku. “Kami masih dalami keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian,” kata AKP Tarno.

Mengenal Keluarga H Sahroni

Sahroni dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Ia memiliki bisnis walet di rumahnya. 

Budi, anaknya, sebelumnya bekerja di sebuah bank sebelum membuka usaha toko grosir yang berlokasi tidak jauh dari rumah mereka.

"Istrinya juga ikut membantu usaha sekaligus berjualan," kata Niko.

Sukarta (50), salah satu tetangga, mengaku jarang melihat aktivitas dari keluarga tersebut.

"Paling suka ketemu juga misal pak hajinya kalau mau berangkat ke masjid, terus nyapa, gitu saja," ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Lurah Paoman, Taskuri, yang menyatakan bahwa ia tidak mengetahui banyak tentang keseharian keluarga Sahroni.

"Soalnya memang tertutup keluarganya," tambahnya.

Korban Beli Ayam Bakar untuk Tamu

Salah seorang keluarga korban, Ema, menjelaskan, korban diketahui masih hidup pada Jumat (29/8/2025) siang. Bahkan, pada sore harinya, salah seorang korban diketahui membeli ayam bakar lima porsi.

"Katanya ada tamu dari Tangerang. Dia (korban) beli ayam bakar di depan, lima (porsi). Sama itunya ditanyain buat apa beli banyak-banyak? Katanya ada teman, ada saudara datang," tutur Ema, Selasa (2/9/2025).

Ketika ditanyakan adanya indikasi pembunuhan terhadap para korban, Ema mengatakan, saat di kantor polisi usai penemuan jenazah korban, ia mendengar bahwa korban Budi ditemukan dalam kondisi terikat kaki dan tangannya.

Diduga korban Budi dihabisi di salah satu kamar karena ditemukan ada bercak darah di kamar tersebut. Selain di kamar, bercak darah juga dikabarkan ditemukan di dalam kamar mandi.

Ema mengaku sangat sedih karena satu keluarga itu meninggal semuanya dalam kondisi yang tak wajar. Termasuk dua Budi – Euis, yang disebutnya masih berumur tujuh tahun dan delapan bulan.

Ema mengaku tidak mengetahui apakah korban memiliki masalah dengan orang lain atau tidak. 

Anak Angkat Jadi Sorotan  

Kasus pembunuhan lima anggota keluarga Haji Sahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu, makin mengerucut. Polisi mulai menelusuri dugaan keterlibatan anak angkat Sahroni.

Isu ini mencuat setelah muncul kejanggalan pada Sabtu (30/8). Saat itu, keluarga korban kedatangan tamu dari Tangerang. Budi, anak Sahroni, bahkan sempat membeli lima porsi ayam bakar. Setelahnya, rumah mendadak sunyi. Pesan WhatsApp tak lagi dibalas, dan keluarga besar sulit menghubungi korban.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menyebut ada barang bukti yang mengarah pada pelaku: sebuah cangkul, ember kecil, seprai, dan terpal biru yang bercak darahnya masih terlihat. 

“Informasi sekecil apapun kami dalami. Namun masyarakat diharapkan tetap tenang, hasil penyelidikan akan segera kami sampaikan,” ujarnya.

Polisi telah memeriksa sedikitnya lima saksi. Belum ada penetapan tersangka, tapi penyidik memastikan fokus penyelidikan pada orang dekat keluarga. Dugaan mengarah kuat ke anak angkat Sahroni yang disebut sempat terlihat berada di sekitar rumah korban.

Baca Juga: Indramayu Geger! 5 Anggota Keluarga Termasuk Anak dan Balita Ditemukan Terkubur di Bawah Pohon, Ini Namanya

Motif pembunuhan masih samar. Polisi menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian, termasuk dugaan apakah kasus ini terkait masalah bisnis keluarga, dendam pribadi, atau skenario perampokan yang gagal.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#indramayu #pembunuhan indramayu #satu keluarga sahroni terkubur #polres indramayu #satu keluarga dibunuh