Korbannya adalah seorang ibu berinisial EN (34) dan dua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan).
Peristiwa itu pertama kali diketahui suami korban, YS, yang baru pulang kerja sekitar pukul 04.00 WIB. Saat tiba, pintu rumah terkunci dari dalam. Ia mengintip melalui ventilasi dan menemukan sang istri tergantung di kusen pintu kamar. Suasana ia berteriak histeris.
“Warga langsung mendobrak pintu. Saat masuk, ditemukan dua anak korban sudah tak bernyawa dengan jeratan tali di leher,” jelas Kasatreskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara.
Dari olah TKP, memastikan polisi hasil pintu dan jendela tertutup rapat. Tidak ada luka terbuka pada tubuh korban.
Olot menjelaskan, kemudian warga yang mendengar teriakan langsung mendobrak pintu rumah. Setelah berhasil masuk, mereka menemukan kedua anak korban juga sudah tidak bernyawa dengan kondisi leher terjerat tali.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memastikan posisi pintu dan jendela rumah terkunci dari dalam.
"Korban perempuan ditemukan dalam posisi tergantung, sementara dua anaknya berada di ruang depan dan kamar. Keduanya ditemukan dengan tali yang masih menjerat di leher. Tidak ada luka terbuka pada tubuh para korban," ujarnya
Selain pemakaman, petugas juga mengamankan sebuah ponsel dan secarik kertas berisi curahan hati EN yang ditujukan kepada suaminya. Surat itu ditempel di dinding ruang tengah.
Jenazah ketiga kemudian dievakuasi ke RS Sartika Asih untuk pemeriksaan forensik. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti tragedi ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan mendalami motif di baliknya.
Editor : Uways Alqadrie