KALTIMPOST.ID, BANDUNG – Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, digemparkan penemuan tiga jenazah di sebuah rumah kontrakan, Jumat (5/9) dini hari. Korbannya adalah seorang ibu berinisial EN (34) dan dua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan).
Polisi menemukan secarik surat wasiat yang ditulis tangan EN sebelum meninggal. Surat itu ditempel di dinding ruang tengah. Kasatreskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara membenarkan temuan tersebut.
“Selain tiga korban, kami mengamankan ponsel dan surat berisi curahan hati korban kepada keluarganya,” ujar Luthfi.
Dalam surat yang ditulis dalam bahasa Sunda, EN menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua, saudara, dan anak-anaknya. Ia mengaku putus asa karena terlilit utang dan masalah rumah tangga.
“Saya sudah lelah lahir batin, tidak kuat hidup dengan suami yang selalu bohong dan berutang,” tulisnya.
Lebih menyayat hati, EN menuliskan pesan khusus kepada anak-anaknya. Ia mengaku tindakannya semata karena rasa sayang. “Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat kalian sengsara,” tulisnya.
Kasus ini masih diselidiki Polresta Bandung. Polisi mendalami motif serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk suami korban.
Berikut penggalan isi surat wasiat yang ditulis tangan oleh EN dalam bahasa Sunda:
“Mamah, bapa, ema, bapa, teteh, aa sadayana hampura abi, hampura abi ngakukeun kieu. Abi tos cape lahir batin, abi tos teu kuat ngajalani hirup kieu, abi cape hirup ngagugulung hutang nu euweuh beresna, kalah beuki nambahan beuki dieu teh…
Aa Alif, Dede Arlan, hampura mamahna. Jalanna kudu kieu, bakat ku nyaah mamah teh. Mamah leuwih rido ka naraka tibatan ningali Aa jeung dede sangsara. Keun we mamah nu nanggung dosana ka naraka, teu rido hirup terus-terusan susah.”
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui suami korban, YS, sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat pulang kerja, dia mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Ketika mengintip melalui ventilasi, YS melihat istrinya tergantung di kusen pintu kamar dan langsung berteriak histeris.
Warga yang datang kemudian mendobrak pintu rumah. Mereka menemukan kedua anak EN sudah tidak bernyawa dengan kondisi leher terjerat tali. Polisi memastikan pintu dan jendela terkunci dari dalam serta tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban.
“Warga langsung mendobrak pintu. Saat masuk, ditemukan dua anak korban sudah tak bernyawa dengan jeratan tali di leher,” jelas Kasatreskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara.
Dari hasil olah TKP, polisi memastikan pintu dan jendela terkunci rapat dari dalam. Tidak ada luka terbuka pada tubuh korban.
Olot menjelaskan, kemudian warga yang mendengar teriakan langsung mendobrak pintu rumah. Setelah berhasil masuk, mereka menemukan kedua anak korban juga sudah tidak bernyawa dengan kondisi leher terjerat tali.
“Korban perempuan ditemukan dalam posisi tergantung, sementara dua anaknya berada di ruang depan dan kamar. Keduanya ditemukan dengan tali yang masih menjerat di leher. Tidak ada luka terbuka pada tubuh para korban,” ujarnya.
Selain jenazah, petugas juga mengamankan sebuah ponsel dan secarik kertas berisi curahan hati EN yang ditujukan kepada suaminya. Surat itu ditempel di dinding ruang tengah.
Editor : Uways Alqadrie