Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dua Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Dilumpuhkan Polisi: Pelaku dan Korban Korban Pernah Satu Kerja di Bank

Uways Alqadrie • Senin, 8 September 2025 | 20:32 WIB

Tersangka R alias I (kiri) dan P, Dua pelaku pembunuh keluarga Sahhroni di Banyuwangi yang berhasil diamankan aparat kepolisian.(FOTO: IST)
Tersangka R alias I (kiri) dan P, Dua pelaku pembunuh keluarga Sahhroni di Banyuwangi yang berhasil diamankan aparat kepolisian.(FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, INDRAMAYU – Polisi menembak dua orang pelaku pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Indramayu, Jawa Barat. Kedua tersangka, berinisial R dan P, dilumpuhkan karena melawan saat hendak ditangkap di wilayah Kedokan Bunder, Senin dinihari, 8 September 2025.

Pelaku pembunuhan adalah rekan kerja anak Haji Sahroni, Budi Awalludin ketika bekerja di salah satu bank di Indramayu.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Mochamad Arwin Bachar, mengatakan keduanya merupakan warga setempat. Usai peristiwa pembunuhan, mereka sempat kabur ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun selama pelarian, keduanya kebingungan hingga akhirnya kembali ke Indramayu. 

“Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali lagi ke Indramayu,” ujar Arwin.

R dan P diduga menghabisi nyawa Haji Sahroni (70), anaknya Budi (43), menantu Euis (37), serta dua cucunya, Ratu (7) dan seorang bayi berusia delapan bulan. Jenazah para korban ditemukan terkubur di pekarangan rumah Sahroni di Kelurahan Paoman pada 1 September lalu.

Polisi masih menelusuri motif pembunuhan itu. Menurut Arwin, salah satu tersangka pernah bekerja dengan Budi di sebuah bank. “Hubungan pelaku dan korban hanya sebatas rekan kerja,” kata dia.

Kasus ini menyita perhatian publik Jawa Barat. Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang berhasil mengungkap perkara tersebut kurang dari dua pekan. “Semoga pelaku mendapat hukuman yang setimpal,” tulisnya lewat akun Instagram resminya.

Sementara itu, polisi akan merilis detail kasus setelah pemeriksaan kedua tersangka rampung. “Untuk modus dan motifnya akan kami sampaikan pada saat rilis resmi,” ujar Arwin.

Seperti diketahui, rumah di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat, memicu kecurigaan warga pada Senin malam, 1 September 2025. 

Saat ditelusuri, petugas menemukan gundukan tanah mencurigakan di halaman belakang rumah, tepat di bawah pohon nangka. Begitu digali, lima jenazah sekeluarga terkuak.

Korban adalah Haji Sahroni (75), Budi (45 tahun, anak Sahroni), Euis (40 tahun, istri Budi), serta dua cucu yang masih belia, masing-masing berusia sekitar enam tahun dan delapan bulan. Polisi menduga, mereka sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. 

“Terdapat tiga orang dewasa dan dua anak-anak. Semua dimakamkan dalam satu liang,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, Selasa, 2 September 2025.

Keterangan keluarga korban menyebutkan, pada Jumat, 29 Agustus, Budi sempat membeli lima porsi ayam bakar untuk menjamu tamu dari Tangerang. Itulah kali terakhir mereka terlihat hidup. 

Sehari kemudian, aktivitas di rumah mendadak terhenti. Pesan WhatsApp tak lagi dibalas. “Biasanya Bu Euis aktif, tapi sejak Jumat sore tidak ada kabar,” kata seorang sahabat korban.

Kecurigaan kian menguat ketika keluarga besar, Ema, menemukan gundukan tanah di halaman. Dari sanalah tragedi itu terbongkar.

Menurut Ema, jasad Budi ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Bercak darah juga terlihat di salah satu kamar dan kamar mandi.

Mengenal Keluarga H Sahroni

Sahroni dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah dan selalu melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Ia memiliki bisnis walet di rumahnya. 

Budi, anaknya, sebelumnya bekerja di sebuah bank sebelum membuka usaha toko grosir yang berlokasi tidak jauh dari rumah mereka.

"Istrinya juga ikut membantu usaha sekaligus berjualan," kata Niko.

Sukarta (50), salah satu tetangga, mengaku jarang melihat aktivitas dari keluarga tersebut.

"Paling suka ketemu juga misal pak hajinya kalau mau berangkat ke masjid, terus nyapa,gitu saja," ujarnya.

Editor : Uways Alqadrie
#pembunuhan indramayu #kang dedi mulyadi #haji sahroni #polres indramayu