Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Madura Darurat Campak! Lonjakan Kasus Tembus 2.741, Ponorogo Catat 2 Kasus Rubella

Uways Alqadrie • Kamis, 11 September 2025 | 13:37 WIB

Ilustrasi Jawa Pos
Ilustrasi Jawa Pos
KALTIMPOST.ID, PONOROGO – Upaya vaksinasi massal melalui outbreak response immunization (ORI) terus digencarkan di Kabupaten Sumenep. Namun, penambahan kasus campak masih belum terkendali.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkes P2KB) Sumenep mencatat, pada 24 Agustus 2025 jumlah kasus mencapai 2.105. 

Dua pekan kemudian, tepatnya 9 September 2025, angkanya menembus 2.741 kasus. Artinya, ada kenaikan 636 kasus hanya dalam 16 hari, atau rata-rata 40 kasus baru per hari.

Kabid P2P Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menyebut sebagian besar pasien adalah anak-anak yang belum lengkap imunisasinya. 

“Senin lalu jumlah pasien rawat sempat menyentuh 100 anak. Selasa turun jadi 86, tapi bukan berarti aman. Penularan masih tinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan, penyisiran sasaran imunisasi terus dilakukan, terutama di wilayah kepulauan dan desa-desa. Program ini akan berakhir 15 September 2025.

Selain itu, tim dari World Health Organization (WHO) juga turun langsung ke Sumenep. Mereka membantu mencari penyebab cepatnya penyebaran campak serta memantau pelaksanaan vaksinasi massal di puskesmas-puskesmas. 

“Besok ada evaluasi bersama kepala puskesmas. Ini sudah kunjungan ketiga WHO ke Sumenep,” ujar Syamsuri.

Rubella di Ponorogo 

Kasus campak terus merebak di sejumlah daerah Jawa Timur, terutama di Pulau Madura. Namun di Kabupaten Ponorogo, Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan tidak ada kasus campak yang terdeteksi.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyarini, mengungkapkan dua warga Ponorogo justru terkonfirmasi rubella. 

“Satu pasien anak berusia tiga tahun dan satu lagi orang dewasa berumur 30 tahun,” ujarnya kemarin (11/9).

Menurut Anik, capaian imunisasi campak di Ponorogo sudah 100 persen. Hal itu diyakini menjadi alasan nihilnya kasus campak di wilayahnya. 

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan deteksi dini jika ada warga dengan gejala panas tinggi disertai ruam merah.

“Campak dan rubella sama-sama bisa dicegah lewat imunisasi. Gejala awal yang perlu diwaspadai adalah demam disertai bercak merah di kulit,” jelasnya.

Sementara itu, data Dinkes Sumenep mencatat hingga Agustus 2025 terdapat 2.268 kasus campak di daerahnya, dengan 17 di antaranya berakhir fatal.

 

Editor : Uways Alqadrie
#rubella #rubella dan campak #sumenep #campak #kasus campak meningkat #ponorogo