“Pengungsi ditampung di Musala Da’arun Naim dengan fasilitas darurat, mulai dari matras, selimut, hingga kasur lipat,” kata Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Pemkot Tangsel, Satiri Ahmad.
Pemerintah daerah juga menyiapkan kebutuhan pokok, termasuk makanan siap saji, bahan pangan beku, elpiji, air mineral, dan buah-buahan.
Sejak Jumat lalu, dapur umum beroperasi di lokasi pengungsian. Pemerintah menjadwalkan dapur itu melayani hingga 18 September.
Sementara itu, tim Puslabfor Polri masih meneliti penyebab ledakan. Dari lokasi, polisi menyita empat tabung gas—masing-masing satu tabung 12 kilogram dan tiga tabung 3 kilogram—serta kompor dan regulator.
“Bahan-bahan ini sedang kami periksa untuk memastikan sumber ledakan,” ujar Kompol Heriyandi, Kasubdit Metalurgi Forensik Puslabfor.
Ledakan yang terjadi pada Jumat dinihari, 12 September 2025, merusak delapan rumah dan melukai tujuh orang. Peristiwa itu memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka.
Bagi sebagian korban, musibah ini bukan sekadar kehilangan harta benda, melainkan juga rasa aman di tengah permukiman yang selama ini dianggap tenang.
Editor : Uways Alqadrie