Tersangka ditangkap di persembunyiannya, sebuah area kebun yang jauh dari pemukiman warga.
Pria itu berpura-pura menjadi pelaku utama dalam kejadian pembacokan yang menghina Serda Rahman Setiawan, anggota Kodim 0707 Wonosobo, pada Minggu dini hari, 14 September 2025.
Rahman tewas setelah dihantam bacokan golok ketika berusaha menengahi menjual di sebuah kafe di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran.
Menurut kesaksian warga, Rahman datang ke kafe bersama beberapa rekannya. Malam itu suasana tiba-tiba ricuh. Operator kafe meminta bantuan Rahman untuk menenangkan pengunjung yang bertikai.
Situasi sempat mereda, namun salah satu orang yang terlibat kembali dengan membawa sebilah golok. Tanpa banyak kata, ia menyerang Rahman. Prajurit itu roboh dengan luka parah dan nyawanya tak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit.
Baca Juga: Daftar Korban Tewas Kecelakaan Bus Wisata Pegawai RS Jember di Lereng Gunung Bromo, 44 Selamat
Kabar penangkapan pelaku cepat menyebar di media sosial. Sebuah akun Instagram membagikan rekaman video ketika aparat menggiring tersangka.
Dalam rekaman tersebut, ia terlihat pasrah, wajah tertunduk, tubuh dikepung sejumlah polisi bersenjata. Lokasi penangkapan disebut-sebut berada di kawasan hutan kecil yang jauh dari jalan utama.
Hingga berita ini ditulis, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun motif penyerangan. Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan pelaku dan korban tidak saling mengenal secara pribadi. Keributan di kafe itu murni memicu masalah sepele yang kemudian berakhir dengan tragedi.
Baca Juga: Penculik-Pemerkosa Siswi SD Mojokerto Dijatuhi 8 Tahun Penjara dalam Kasus Kedua
Rahman Setiawan dikenal sebagai prajurit yang dekat dengan warga. Ia tinggal di Desa Sijambu, Kecamatan Kertek, dan sehari-hari bertugas di Koramil Kejajar.
Bagi tetangga, Rahman sosok yang ramah dan mudah bergaul. “Orangnya suka membantu, aktif dalam kegiatan desa,” ujar seorang warga.
Editor : Uways Alqadrie