Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Fakta di Balik Pencopotan Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Wali Kota Arlan Tegaskan Isu Anak Bawa Mobil Hoaks

Uways Alqadrie • Rabu, 17 September 2025 | 11:03 WIB

Roni Ardiansyah
Roni Ardiansyah
KALTIMPOST.ID, PRABUMULIH – Pencopotan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, belakangan menggegerkan publik. Spekulasi merebak, salah satunya menyebut langkah itu terkait anak pejabat yang membawa mobil ke sekolah.

Wali Kota Prabumulih Arlan, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar. “Itu berita hoaks. Anak saya tidak pernah membawa mobil ke sekolah,” kata Arlan, Selasa, 16 September 2025.

Arlan juga membantah informasi bahwa Roni sudah dipindahkan. Ia mengaku hanya memberi teguran lantaran ada persoalan guru di sekolah yang berdampak pada kenyamanan siswa. “Saya belum memindahkan Pak Roni. Hanya menegur,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih, A. Darmadi, menambahkan bahwa alasan pencopotan tidak semata-mata soal teguran terhadap anak pejabat. 

Menurut dia, ada sejumlah persoalan internal sekolah, termasuk kasus percakapan tidak pantas yang melibatkan guru. “Bukan beliau pelakunya, tapi itu terjadi di bawah kepemimpinannya,” kata Darmadi.

Sementara itu, Roni Ardiansyah menyatakan klarifikasi penting untuk meluruskan kabar. Video perpisahan siswa yang viral, kata dia, kian memperkeruh isu. “Bukan karena anak pejabat bawa mobil. Alasan sebenarnya berbeda,” ujar Roni.

Penjelasan Roni Ardiansyah

Roni Ardiansyah, mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, akhirnya buka suara usai dicopot dari jabatannya. 

Sejumlah isu sempat menyeret namanya, mulai dari tudingan pungutan liar hingga kabar pencopotan karena menegur anak Wali Kota Prabumulih Arlan.

Roni membantah keras tuduhan pungli dalam penerimaan siswa baru. “Saya tidak pernah meminta uang kepada orang tua siswa. Semua sesuai prosedur,” katanya melalui sambungan telepon seperti dikutip dari rmsumsel id, Selasa, 16 September 2025. 

Ia menyebut klarifikasi ini penting agar isu yang beredar tidak berkembang liar.

Meski demikian, Roni mengaku ikhlas menerima keputusan mutasi yang dijatuhkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Ia menilai pencopotannya lebih karena kebijakan yang diambil selama memimpin sekolah. “Saya hormati keputusan pimpinan. Sertijab sudah saya lakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, video perpisahan Roni dengan para siswa viral di media sosial. Dalam rekaman itu, murid-murid berlarian dan menangis saat melepas kepergian sang kepala sekolah. Roni menegaskan momen tersebut bukan rekayasa. “Itu spontanitas guru dan siswa setelah mendengar isu pencopotan,” katanya.

Pelaksana tugas Kepala Disdikbud Prabumulih, Darmadi, menyebut rotasi jabatan sebagai hal wajar dalam birokrasi. Roni, kata dia, akan kembali bertugas sebagai guru di SMPN 13 sambil menunggu SK penempatan baru. 

Darmadi juga menyinggung sejumlah persoalan di SMPN 1 yang ikut menjadi pertimbangan. “Salah satunya kasus percakapan tak pantas yang melibatkan guru di sekolah itu. Bukan beliau pelakunya, tapi terjadi di bawah kepemimpinannya,” kata Darmadi.

Polemik ini menambah sorotan publik terhadap dinamika pendidikan di Prabumulih. Klarifikasi Roni dan pemerintah daerah diharapkan dapat meredakan isu yang terlanjur viral.

 

Editor : Uways Alqadrie
#Roni Ardiansyah #walikota prabumulih #SMP Negeri 1 Prabumulih #prabumulih