KALTIMPOST.ID,- Kabar viral datang dari Gorontalo. Seorang anggota DPRD Provinsi Gorontalo menuai kontroversi karena membuat pengakuan ingin merampok uang negara.
Hal tersebut viral di media sosial TikTok maupun X.
Dalam rekaman tersebut, anggota DPRD tersebut sedang mengemudikan mobil bersama seorang perempuan.
Video sendiri diambil oleh sang perempuan yang diakui adalah hugel (hubungan gelap).
Mulanya, sang perempuan bertanya. "Tujuan hari ini bos,?"
Lalu sang pria tersebut menjawab,"Tujuan hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara."
Mereka berdua pun tertawa, lalu sang perempuan mengambil momen frame bersama dalam video tersebut.
Selanjutnya, sang pria berkata lagi.
"Kira rampok aja uang negara ini kan, kita habiskan aja, biar negara ini makin miskin," katanya sambil tertawa.
"Membawa hugel langsung ke Makassar, menggunakan uang negara," lanjutnya.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu menyebut meramp*k uang Negara dan menghabiskannya, walaupun negara ini lagi miskin.
Diketahui, Anggota DPRD Provinsi dapil Boalemo – Pohuwato itu merupakan kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). pic.twitter.com/8KeXaBjvlh— LAMBE LURAH (@lambepaklurah) September 19, 2025
Belakangan pria tersebut diketahui merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP yang bernama Wahyudin Moridu.
Netizen ramai-ramai mengecam sikapnya dan menjadikan video tersebut bahan perbincangan luas di media sosial.
Setelah menuai kritik, Wahyudin akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (19/9/2025).
Dalam kesempatan itu, ia hadir bersama sang istri dan menegaskan bahwa permintaan maaf ini ia sampaikan secara pribadi.
Politikus PDIP tersebut menekankan, ucapannya tidak pernah dimaksudkan untuk merendahkan ataupun menyinggung masyarakat Gorontalo.
Ia menegaskan pernyataan itu lahir dari kekhilafan pribadi dan tidak mewakili partai maupun lembaga DPRD.
Baca Juga: Keracunan Makanan pada Program MBG Terus Terjadi, Lebih 5.360 Pelajar Dilaporkan Sakit
“Saya ingin menegaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk melecehkan masyarakat Gorontalo. Itu sepenuhnya kekeliruan saya pribadi,” ungkapnya.
Dengan nada penuh penyesalan, Wahyudin kembali menekankan bahwa ia menanggung sepenuhnya kesalahan tersebut.
“Dari lubuk hati terdalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Gorontalo,” ucapnya.
Ia pun menambahkan, dampak dari ucapannya tidak hanya ia rasakan sendiri, tetapi juga dirasakan oleh keluarga serta orang-orang terdekatnya. “Atas segala konsekuensi yang timbul dari video itu, saya bersama keluarga memohon maaf sebesar-besarnya,” pungkasnya.(*)