KALTIMPOST.ID, PASER-Kondisi memprihatinkan jalan provinsi dua jalur di Batu Kajang, Kabupaten Paser, kian menjadi sorotan.
Kerusakan parah yang tak kunjung diperbaiki tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan masyarakat, terutama para pelajar.
Salah satu tokoh pendidik yang merasakan langsung dampak buruk dari kerusakan ini adalah Hifni.
Ia menyampaikan keprihatinan mendalamnya, menegaskan bahwa jalan tersebut adalah urat nadi utama yang menopang mobilitas warga, pelajar, tenaga pendidik, hingga roda perekonomian daerah.
“Jalan ini adalah jalur arteri utama yang vital. Kerusakannya tidak hanya menghambat proses belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan bahaya serius bagi setiap pengguna jalan, termasuk anak-anak,” kata Hifni dalam keterangan tertulis, Senin (22/9).
Ia menambahkan, kondisi ini bahkan telah menciptakan kecemasan sosial dan psikologis di kalangan siswa dan orang tua yang harus melewati jalur berbahaya ini setiap hari.
Mengingat peran strategis Batu Kajang sebagai daerah penyangga ekonomi dan pendidikan, Hifni dan masyarakat mendesak pemerintah untuk segera bertindak.
Ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan, yaitu, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk segera mengambil tindakan konkret dan melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh.
Di samping itu, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser dan Pemprov Kaltim untuk bersinergi demi percepatan perbaikan infrastruktur.
Hifni juga menyatakan solidaritas penuhnya dengan Aliansi Paser Bersatu dan seluruh elemen masyarakat dalam menyuarakan aspirasi ini.
Dalam pernyataannya, Hifni menekankan bahwa keberlanjutan pendidikan tidak akan optimal tanpa dukungan infrastruktur yang layak.
"Kondisi jalan di Batu Kajang adalah ujian atas komitmen pemerintah dalam melindungi dan melayani rakyatnya," tegasnya.
Ia mendesak agar langkah-langkah nyata segera diambil sebelum terjadi tragedi dan kerugian yang lebih besar.
Kerusakan jalan ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga memperlambat laju pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Batu Kajang.
Pernyataan Hifni ini sekaligus mendukung sikap Aliansi Paser Bersatu (APB) yang sebelumnya telah menyuarakan hal yang sama.
APB yang menaungi 43 organisasi adat dan pemuda di Kabupaten Paser, mengeluarkan pernyataan sikap.
Tak tanggung-tanggung, mereka mengancam akan menutup akses jalan jika pemerintah tak kunjung bertindak.
Ketua Umum APB, Arbain M. Noor, pada Sabtu (13/9) menyampaikan harapannya agar jalan yang rusak tersebut agar bisa segera diperbaiki. (*)
Editor : Almasrifah