Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengungsi Palestina Ini Rela Bertaruh Nyawa dengan Jet Ski demi Cari Suaka di Eropa

Sandrina Elhandari • Rabu, 24 September 2025 | 10:58 WIB
Muhammad Abu Dakha.
Muhammad Abu Dakha.

KALTIMPOST.ID – Muhammad Abu Dakha, pria Palestina berusia 31 tahun asal Gaza, menjalani perjalanan penuh risiko dan perjuangan demi mencari perlindungan dan kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Setelah rumahnya hancur akibat konflik Israel-Hamas, Abu Dakha memutuskan meninggalkan kampung halamannya dan memulai pelarian panjang yang penuh bahaya.

Sebelum sampai di Italia, Abu Dakha mencoba mencari suaka di beberapa negara, termasuk Tiongkok, namun usahanya gagal.

Ia terpaksa mengeluarkan banyak biaya, sekitar US$5.000 untuk menyeberang ke Mesir melalui perbatasan Rafah dan tambahan sekitar US$6.500 untuk membeli sebuah jet ski bekas beserta perlengkapannya di Libya.

Jet ski tersebut menjadi alat vital untuk menyeberangi Laut Mediterania, sebuah perjalanan yang penuh risiko. Perjalanan menggunakan jet ski dari Libya ke Italia berlangsung selama sekitar 12 jam.

Abu Dakha bersama dua pengungsi Palestina lainnya harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk dikejar oleh kapal patroli Tunisia dan kehabisan bahan bakar 20 kilometer sebelum sampai di pulau Lampedusa.

Mereka akhirnya diselamatkan oleh kapal penyelamat Italia dan tiba di Eropa dengan selamat.

Setibanya di Italia, Abu Dakha dan rekannya melarikan diri dari bus yang mengangkut mereka dan melanjutkan perjalanan secara sembunyi-sembunyi ke Jerman.

Saat ini, Abu Dakha tinggal di Bramsche, Jerman, sambil menunggu keputusan atas permohonan suaka yang diajukannya.

Abu Dakha sangat berharap mendapatkan izin tinggal resmi agar dapat membawa istri dan kedua anaknya yang masih berada di Gaza, di tengah situasi sulit dan kehancuran rumah mereka akibat konflik.

Salah satu anaknya mengalami gangguan neurologis yang membutuhkan perawatan medis khusus, hal ini menambah berat beban keluarga Abu Dakha.

Baca Juga: Resolusi PBB Dukung Palestina Merdeka, Inilah 10 Negara yang Menolak dan Abstain

Bagi Abu Dakha, perjuangan ini bukan sekadar tentang dirinya sendiri, melainkan demi keluarganya. Ia rela mempertaruhkan nyawa untuk masa depan yang lebih baik, karena baginya "tanpa keluarga, hidup ini tak berarti."

Kisah perjuangan Muhammad Abu Dakha telah menjadi inspirasi dan mendapat perhatian dari beberapa media internasional.

Cerita ini mengingatkan kita bahwa di balik angka pengungsi ada manusia dengan harapan dan perjuangan nyata yang harus kita hargai dan dukung. (***)

Editor : Almasrifah
#Muhammad Abu Dakha #jet ski #palestina #suaka #eropa #gaza