Menurut Cak Imin, MBG adalah program prioritas nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mengurangi angka stunting, serta mendukung konsentrasi belajar siswa di sekolah.
“Program ini manfaatnya luar biasa bagi generasi muda. Kalau ada insiden, itu harus kita benahi mekanismenya, bukan menghentikan programnya,” ujar Cak Imin dalam keterangannya, Selasa (24/9).
Cak Imin menekankan pentingnya pengawasan berlapis dalam implementasi MBG. Pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Kesehatan, Badan POM, hingga dinas pendidikan di daerah, untuk memastikan keamanan makanan.
Beberapa langkah yang sedang disiapkan di antaranya:
-
Audit bahan pangan dan dapur penyedia makanan secara rutin.
-
Standarisasi ketat bagi vendor atau pihak ketiga penyedia makanan.
-
Sistem pelaporan cepat jika ada gejala keracunan di sekolah penerima MBG.
Ia juga mengakui masih ada tantangan dalam pelaksanaan MBG, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas. Namun, menurutnya, hal itu tidak boleh jadi alasan untuk menghentikan program.
“Ini investasi besar bagi masa depan bangsa. Kendala pasti ada, tapi yang terpenting adalah perbaikan berkelanjutan,” tegasnya.
Cak Imin juga mengajak masyarakat dan orang tua murid ikut mengawasi pelaksanaan program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara merata dan aman.
“MBG bukan sekadar makan siang gratis, tapi juga bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi emas Indonesia,” pungkasnya.