KALTIMPOST.ID, SITUBONDO – Gempa bumi magnitudo 5,7 yang mengguncang perairan timur laut Banyuwangi, Kamis sore (25/9), berdampak serius di Kabupaten Situbondo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat, 61 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Kerusakan paling parah berada di Desa Sumberwaru dan Wonorejo, Kecamatan Banyuputih. Sejumlah rumah rusak berat, bahkan Masjid Al Muttaqin juga terdampak. Total, dari empat desa yang terdata, 24 rumah rusak ringan, 10 rumah rusak sedang, dan 27 rumah rusak berat.
Selain rumah warga, dua kantor dan satu tempat usaha turut rusak. Hingga pukul 20.00 WIB, BMKG melaporkan 19 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 3,6.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga banyak memilih bermalam di luar rumah karena khawatir gempa susulan. Petugas gabungan masih terus melakukan pendataan lanjutan.
Sebelumnya diwartakan, gempa bumi magnitudo 5,7 mengguncang Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis sore (25/9/2025) sekitar pukul 17.04 WITA. Getaran cukup kuat terasa hingga Denpasar dan sejumlah wilayah di Bali.
Menurut laporan BMKG Bali, episentrum gempa berada pada koordinat 7,82 LS dan 114,47 BT dengan kedalaman 12 kilometer.
“Gempa M 5,7 dengan kedalaman 12 km,” tulis BMKG dalam rilis resminya.(*)
(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko