Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelang Sebulan Tragedi Affan Kurniawan, Kapolri Copot Dankor Brimob dan Puluhan Perwira

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 26 September 2025 | 13:23 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak besar-besaran jajaran perwira tinggi Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak besar-besaran jajaran perwira tinggi Polri.

KALTIMPOST.ID,Tepat menjelang sebulan tragedi memilukan yang merenggut nyawa driver ojek online Affan Kurniawan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bergerak cepat dengan merombak besar-besaran jajaran perwira tinggi Polri.

Salah satu keputusan paling mengejutkan adalah pencopotan Komjen Imam Widodo dari jabatan Dankor Brimob.

Keputusan ini tertuang dalam dua surat telegram Kapolri, yakni ST/2134/IX/KEP/2025 tertanggal 19 September 2025 serta ST/2192/IX/KEP/2025 tertanggal 24 September 2025.

Dari dokumen tersebut, diketahui sedikitnya 60 perwira Polri dirotasi, termasuk sejumlah pejabat strategis di Korps Brimob dan jajaran polda.

Imam Widodo resmi digantikan oleh Irjen Ramdani Hidayat yang sebelumnya menjabat Wakil Dankor Brimob.

Sementara posisi wakil yang ditinggalkan Ramdani diisi oleh Brigjen Reza Arief Dewanto. Tidak hanya di pucuk pimpinan, sejumlah posisi penting lainnya seperti Pasukan Gegana, Intel Brimob, dan Satuan Jibom juga ikut berganti.

Menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mutasi besar-besaran ini merupakan dinamika organisasi yang wajar.

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah Kapolri tersebut bertujuan memperkuat struktur internal agar lebih tanggap dalam menghadapi tuntutan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik.

Rotasi ini jelas tidak bisa dilepaskan dari insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025.

Dalam kericuhan aksi demonstrasi di Jakarta, Affan yang sedang melintas justru menjadi korban setelah terlindas kendaraan taktis Brimob.

Video kejadian tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang kritik keras terhadap institusi kepolisian.

Tragedi itu bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan tekanan besar terhadap Korps Brimob.

Komjen Imam Widodo selaku Dankor Brimob kala itu telah menyampaikan permintaan maaf terbuka dan menyatakan siap menyerahkan penanganan anggotanya kepada Divisi Propam Mabes Polri.

Langkah Kapolri mencopot Imam Widodo dinilai sebagai bentuk respons terhadap desakan publik. Banyak kalangan menilai institusi Polri harus berbenah serius setelah peristiwa ini.

Rotasi jabatan diharapkan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pintu masuk perbaikan nyata di tubuh kepolisian.

Kapolri Jenderal Listyo menegaskan bahwa mutasi ini adalah bagian dari upaya menegakkan akuntabilitas dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Ia berharap jajaran baru Brimob dapat belajar dari insiden Affan Kurniawan dan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dalam penanganan aksi massa di lapangan.

Meski langkah tegas Kapolri disambut positif, publik tetap menagih kejelasan proses hukum terhadap anggota Brimob yang terlibat langsung dalam peristiwa maut tersebut.

Bagi banyak pihak, keadilan bagi Affan Kurniawan dan keluarganya menjadi ujian nyata keseriusan Polri dalam melakukan reformasi internal.

Kini, sorotan publik tertuju pada kinerja jajaran baru Brimob. Akankah mutasi besar-besaran ini benar-benar membawa perubahan, atau sekadar meredam kemarahan masyarakat pasca tragedi?

 

Editor : Hernawati
#Affan Kurniawan #Kapolri Listyo Sigit Prabowo #ojol