Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kisah Absurd di Balik Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni, Bersembunyi 7 Jam di Toilet dengan Penyamaran "Penjaga Rumah"

Ari Arief • Minggu, 28 September 2025 | 13:38 WIB
Ahmad Sahroni.
Ahmad Sahroni.

KALTIMPOST.ID, Peristiwa penjarahan rumah politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada akhir Agustus 2025 ternyata menyimpan cerita yang unik, bahkan terkesan seperti skenario komedi.

Sahroni dilaporkan berhasil lolos dari kericuhan massa setelah bersembunyi di dalam toilet selama tujuh jam sambil menyamar sebagai penjaga rumah.

Detail kejadian yang tak biasa ini diungkap oleh staf pribadi Sahroni, Tabroni, melalui unggahan di akun Instagram @vocazine pada Sabtu, 27 September 2025.

Menurut Tabroni, kemarahan massa dipicu oleh pernyataan kontroversial Sahroni yang menyebut para pendukung pembubaran DPR sebagai "orang tolol."

Pernyataan tersebut lantas membuat sekelompok orang mendatangi dan menjarah kediamannya.

Saat situasi di luar rumah mulai tak terkendali, Sahroni, yang berada di dalam bersama staf dan tamu, segera dilanda kepanikan.

Ia buru-buru naik ke lantai paling atas (rooftop) dan memilih tempat persembunyian yang tidak terduga: toilet kecil berukuran tiga meter persegi.

Untuk meyakinkan penyamarannya, Sahroni melakukan tindakan dramatis. Ia melumuri wajahnya dengan tanah dan debu agar tampak kusam layaknya seorang staf atau pekerja rendahan di rumah itu.

“Bapak cerita, ada yang tiba-tiba masuk, sempat senterin dia dan tanya, 'kamu siapa?” kata Tabroni menirukan cerita Sahroni.

Sahroni dengan tenang menjawab, "Saya penjaga rumah."

Untungnya, orang tersebut tidak menaruh curiga dan hanya berpesan agar Sahroni tetap berada di dalam toilet karena situasi di luar masih ricuh. Sahroni menghabiskan waktu hingga pukul 22.00 WIB di dalam persembunyian. Ia tidak membawa ponsel karena tertinggal dan ikut hilang dalam penjarahan. Setelah massa mereda, ia harus memanjat atap untuk masuk ke rumah tetangga dan meminjam telepon.

Satu-satunya nomor yang ia ingat adalah nomor istrinya, Feby Belinda, yang saat itu sedang berada di luar kota.

Kisah ini pun menjadi sorotan publik, menunjukkan bagaimana sebuah insiden politik dapat berubah menjadi drama bertahan hidup yang penuh ironi.

Pada akhirnya, di tengah situasi genting, aksi teatrikal mendadak dan sedikit tanah di wajah terbukti menjadi penyelamat nyawa seorang politikus.

Editor : Hernawati
#massa #ahmad sahroni #Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok