KALTIMPOST.ID, Maraknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan atensi dari Mabes TNI. Mabes TNI memastikan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah TNI menerapkan pengawasan berlapis agar aman dikonsumsi oleh para siswa.
Seperti yang dilansir di laman JawaPos.com (29/9), Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, pengawasan kualitas makanan di SPPG TNI melibatkan beberapa unsur.
Mulai satuan kesehatan TNI, tim logistik TNI, serta pengawasan internal yang berlangsung secara berjenjang.
”Komandan satuan yang bertanggung jawab langsung terhadap jalannya program. Dengan sistem ini, kualitas makanan di SPPG TNI selalu terjamin aman, sehat, dan bergizi,” ungkap Freddy.
Selain itu, dia menuturkan, satuan kesehatan TNI rutin mengecek kesehatan pangan. Kemudian tim logistik TNI memastikan ketersediaan bahan makanan benar-benar aman.
Dia memastikan bahwa sejauh ini tidak ada laporan keracunan akibat konsumsi MBG dari SPPG TNI.
”TNI tidak pernah menerima laporan adanya kasus keracunan MBG yang dikonsumsi oleh para siswa penerima program dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi TNI,” terang Freddy.
Lebih lanjut, Jenderal bintang dua TNI AL itu menegaskan, seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan di SPPG TNI berjalan berdasarkan prosedur standar yang ketat.
Pelaporan selalu diberikan kepada komando atas terhadap pencapaian dan hal-hal menonjol untuk pencegahan agar tidak terjadi hal-hal buruk.
Ia menerangkan bahwa TNI sangat memperhatikan aspek keamanan pangan. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari proses pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan di dapur lapangan, hingga distribusi kepada siswa.
“Setiap dapur SPPG TNI wajib memenuhi standar higienitas, keamanan, dan kelayakan gizi agar aman dikonsumsi,” pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah