Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Meski Program Pusat, Wali Murid SDIT Al Izzah Serang Tolak Keras MBG. Ini Alasannya!

Ari Arief • Selasa, 30 September 2025 | 13:35 WIB

 

Ilustrasi. Program MBG ditolak wali murid SDIT Al Izzah Serang.
Ilustrasi. Program MBG ditolak wali murid SDIT Al Izzah Serang.

KALTIMPOST.ID, Meski program resmi pemerintah pusat, tetap saja ada yang menolak.

Contohnya ini sejumlah wali murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Izzah Kota Serang, Banten, menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didirikan di lingkungan sekolah.

Baim Aji, yang mewakili wali murid, menegaskan di Serang pada Senin (29/9) bahwa mereka keberatan jika MBG terus disalurkan kepada murid SDIT Al Izzah.

Menurutnya, program tersebut akan lebih tepat sasaran jika diberikan kepada anak-anak sekolah lain di Kota Serang yang kondisi orang tuanya secara finansial lebih membutuhkan bantuan gizi.

“Kami telah membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) serta biaya masuk yang jumlahnya cukup besar, mencapai belasan juta. Jika kami sudah mampu menanggung biaya tersebut, mengapa program MBG perlu masuk ke sekolah kami,” kata Baim setelah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, seperti dikutip dari rilis, Selasa (30/9).

 Baca Juga: Heboh Sengketa Tanah IKN, Kuasa Hukum Kirim Ultimatum ke Kades Bumi Harapan

Selain keberatan pada programnya, wali murid juga menolak penempatan dapur dan titik distribusi MBG di area yayasan.

Penolakan ini didasari kekhawatiran akan risiko keselamatan akibat tingginya lalu lintas kendaraan yang keluar masuk untuk urusan distribusi.

“Risikonya, anak-anak harus keluar dari area aman sekolah karena kantin dan fasilitas lain menjadi lebih sempit. Peningkatan lalu-lalang kendaraan juga meningkatkan potensi kecelakaan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang akan bertanggung jawab? Selain itu, ada juga potensi masalah kebersihan dan keamanan,” tambahnya.

Baim Aji menjelaskan bahwa hasil audiensi ini akan dibahas lebih lanjut secara internal, namun ia menegaskan bahwa sikap wali murid tetap pada penolakan terhadap keberadaan MBG di sekolah mereka.

Menanggapi keluhan ini, Wali Kota Serang, Budi Rustandi membenarkan telah memfasilitasi audiensi tersebut, yang turut dihadiri oleh kapolres, dandim, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

 Baca Juga: Siap-siap! Bansos Oktober 2025 Cair, Ini Daftar Lengkap dan Link Cara Cek Penerimanya

“Kami telah menerima dan mendengarkan keluhan dari wali murid SDIT Al Izzah. Kami hadirkan semua pihak terkait agar informasi yang didapat menjadi jelas dan tidak ada kesalahpahaman,” kata Budi Rustandi.

Meskipun menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai inisiatif presiden yang ditujukan untuk warga kurang mampu, ia memahami aspirasi dari wali murid SDIT Al Izzah.

Budi Rustandi mencatat bahwa mayoritas siswa SDIT Al Izzah berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi yang baik dan telah memiliki sistem penyediaan katering sendiri sejak awal masuk sekolah.

“Sepertinya SDIT ini memang dari kalangan keluarga yang mampu. Oleh karena itu, mereka ingin anak-anak mereka tetap mengonsumsi makanan yang sesuai dengan katering yang sudah disepakati di awal, jauh sebelum program MBG ini ada,” kata Budi Rustandi. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#penolakan program makan bergizi gratis #dapur MBG #SDIT Al Izzah Serang